Abstract :
Pada komputer grafik, algoritma ray tracing secara standar berdasarkan
pada model kamera pinhole. Pada model ini, gambar yang dihasilkan adalah
gambar yang terfokus pada semua daerah. Hal ini kurang sesuai dengan yang
terjadi pada dunia nyata, dimana objek dapat terlihat terfokus maupun terlihat
kabur. Seperti pada kamera foto maupun pada bola mata, fokus pandangan
terhadap objek dapat diatur. Objek yang mendapatkan fokus pandangan akan
terlihat jelas, sedangkan objek yang tidak mendapatkan fokus akan terlihat kabur.
Fokus pandangan pada objek ini dipengaruhi oleh efek penggunaan lensa. Kamera
foto dan bola mata mengguakan lensa cembung untuk mengatur daerah yang
terkena fokus ini.
Sama halnya dengan kamera foto maupun bola mata, untuk mendapatkan
gambar yang dapat terfokus hanya pada daerah tertentu saja, diimplementasikan
penggunaan lensa pada algoritma ray tracing. Dengan penggunaan lensa ini, sinar
yang diluncurkan tidak hanya satu, melainkan beberapa sinar diluncurkan
sekaligus pada setiap titik pada layar. Kemudian sinar-sinar tersebut dibiaskan
oleh lensa sehingga mendapatkan arah direksi sinar yang baru. Sinar-sinar hasil
pembiasan ini akan berkumpul pada satu titik, dimana daerah tempat
berkumpulnya sinar ini akan terlihat terfokus, sedangkan daerah lainnya akan
terlihat kabur.
Daerah yang tampak terfokus dan tampak kabur ini dipengaruhi oleh
jumlah titik yang terdapat pada lensa, diameter lensa, jarak titik fokus lensa serta
jarak antara layar dan lensa. Jumlah titik pada lensa dan diameter lensa
berpengaruh pada kualitas gambar yang dihasilkan. Dimana apabila jumlah titik
semakin banyak dan diameter lensa semakin kecil, maka pada objek yang tidak
terfokus, pengkaburan objek terlihat lebih halus. Jarak titik fokus lensa dan jarak
antara layar dan lensa berpengaruh pada daerah mana yang akan terkena fokus,
dimana daerah yang terkena fokus akan terlihat jelas, sedangkan daerah yang
tidak terkena fokus akan terlihat kabur.
Perangkat lunak ini mampu menghasilkan gambar yang mempunyai efek
lensa pada kamera, yaitu terdapat daerah yang tampak terfokus dan daerah yang
tampak kabur. Pengkaburan ini dipengaruhi oleh proses pengacakan posisi titik
pada lensa. Semakin rata pengacakan posisi titik, maka pengkaburan objek yang
tidak terfokus tampak semakin halus.