Abstract :
Data spatial adalah data yang mengandung informasi geometrik atau
keruangan, dimana objek-objeknya dapat berupa titik, garis, maupun poligon.
Dalam suatu Sistem Informasi Geografis biasanya tersimpan data spatial dalam
jumlah yang banyak dan terorganisasi dalam suatu basis data spatial. Jumlah data
yang banyak tersebut menyebabkan munculnya kesulitan dalam proses analisa
dan pengolahan data secara manual. Oleh karena itu, dibutuhkan teknik atau tools
baru yang dapat secara otomatis menganalisa dan mengolah data spatial menjadi
pengetahuan yang berharga dan dapat bermanfaat untuk proses pengambilan
keputusan. Teknik pencarian pengetahuan dari basis data spatial disebut dengan
spatial mining.
Penerapan teknik spatial mining ini menghasilkan pola asosiasi
(association rules) karena pola ini banyak dipakai untuk menunjukkan hubungan
satu objek spatial dengan objek spatial yang lain, dalam hal ini hubungan yang
dihasilkan adalah hubungan implikasi atau sebab-akibat. Metode yang digunakan
untuk menemukan pola asosiasi dari suatu basis data spatial adalah spatial
association mining. Untuk menghasilkan pola-pola asosiasi yang kuat, dibutuhkan
suatu algoritma pencarian association rules yang efisien, yaitu algoritma apriori.
Algoritma apriori dapat menghasilkan pola yang kuat karena adanya konsep
pemberian nilai thresholds, yaitu minimum support dan minimum confidence.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah aplikasi ini dapat menghasilkan
pola-pola asosiasi yang dapat menunjukkan hubungan antar objek spatial.
Besarnya prosentase nilai confidence pada pola menunjukkan bahwa pola tersebut
telah mendekati kebenaran (walaupun tidak 100% benar) dan dapat disebut
sebagai informasi atau pengetahuan yang berharga.