Abstract :
Sistem CAD (Computer Aided Design) banyak digunakan oleh para ahli
dari bermacam-macam profesi untuk melakukan proses desain pada hampir semua
macam benda, dari pemanggang roti sampai dengan gerbong lokomotif. Salah
satu aplikasi CAD yang paling banyak digunakan saat ini adalah AutoCAD.
Dengan fasilitas menggambar dan desain yang beragam, AutoCAD dapat
memudahkan para desainer dalam menggambar suatu rancang bangun.
Meskipun begitu, dalam suatu perusahaan dapat terdapat bermacam-macam
aplikasi CAD sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kesulitan timbul
karena satu atau beberapa aplikasi CAD tidak mengenali format penyimpanan
AutoCAD dan juga sebaliknya, sehingga pertukaran dan penggunaan kembali data
rancang bangun sulit dilakukan. Salah satu pemecahan dari masalah ini adalah
membawa file hasil aplikasi AutoCAD ke dalam format data universal, sehingga
dapat diakses oleh aplikasi CAD lainnya.
Tugas akhir ini memfokuskan pada konversi file rancang bangun
AutoCAD ke dalam dokumen XML (Extensible Markup Language). Suatu
dokumen XML tidak bergantung pada sistem operasi ataupun bahasa
pemrograman, sehingga sangat ideal digunakan sebagai media penyimpanan
ataupun langsung digunakan sebagai acuan untuk membentuk suatu rancang
bangun. Melalui tahapan analisis dapat diketahui objek dan property apa saja dari
rancang bangun yang perlu dan tidak perlu dibawa ke dalam format XML.
Tahapan desain dilakukan berdasarkan analisis dari sistem yaitu menyusun
struktur dokumen XML dengan tidak mengikutsertakan beberapa objek atau
property tertentu ke dalam dokumen XML dan menyusun tampilan user interface.
Implementasi dilakukan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic
6.0 dengan masukan file rancang bangun AutoCAD berekstensi .DWG dan
dengan keluaran berupa file dengan format XML. Aplikasi yang dibuat akan
membaca beberapa property tertentu yang dimiliki oleh setiap objek di dalam
rancang bangun AutoCAD dan memasukkannya ke dalam dokumen XML.
Verifikasi yang dilakukan pada aplikasi menunjukkan bahwa tidak ada kesalahan
yang terjadi pada proses konversi yang menggunakan berbagai macam objek
gambar sebagai masukan. Adapun validasi pada aplikasi menunjukkan bahwa isi
dari elemen di dalam dokumen XML memiliki nilai yang sama dengan nilai
property objek di dalam rancang bangun AutoCAD yang dikonversi.
Dari pembuatan tugas akhir ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi konversi
dapat membantu proses pembentukan rancang bangun pada aplikasi CAD selain
AutoCAD yang mengacu pada suatu rancang bangun AutoCAD. Kesimpulan lain
yang dapat diambil adalah bahwa keluaran dari aplikasi konversi, yang berupa
dokumen XML, memiliki ukuran yang besar sebagai kompensasi dari penamaan
elemen yang disamakan dengan nilai property dan objek di dalam rancang bangun
AutoCAD. Pengembangan dari aplikasi ini dapat berupa penambahan fasilitas
untuk membawa file rancang bangun AutoCAD ke dalam format file dari aplikasi
tertentu seperti 3D Studio Max atau berupa pembuatan komponen ActiveX yang
memiliki kemampuan konversi file rancang bangun AutoCAD ke dalam suatu
aplikasi tertentu dan sebaliknya.