Abstract :
Pengembang perangkat lunak membuat software untuk tujuan komersial.
Software yang diperoleh dari berbagai jenis layanan biasanya merupakan software
yang foil version atau dengan kata lain tidak ada batasan dalam memanfaatkan
software tersebut sehingga pemakai dapat meng-install-nya pada lebih dari satu
komputer dan memakainya terus-menerus.
Pemakai juga dapat menggandakan software tersebut untuk
diperjualbelikan maupun dipinjamkan atau disewakan. Tindakan-tindakan
tersebut sangat merugikan pengembang perangkat lunak yang menghasilkan
software tersebut. Software ciptaannya beredar di pasaran dan dapat digunakan
oleh semua pemakai. Oleh sebab itu pengembang perangkat lunak melindungi
software ciptaannya dengan memberi semacam proteksi atau lisensi.
Lisensi dapat berupa pembatasan fitur aplikasi atau pembatasan waktu
penggunaan program. Software yang diberi lisensi menjadi trial version. Software
akan menjadi foil version atau semua batasan-batasan yang ada dihilangkan
dengan meregistrasinya dengan cara memasukkan kode registrasi yang sesuai.
Kode registrasi ini akan diperoleh oleh pemakai yang membeli software tersebut.
Penambahan lisensi ini akan cukup menyulitkan dan menghabiskan waktu
pengembang perangkat lunak karena harus membuat kode program untuk
mengatur lisensi yang cukup panjang.
Masalah utama dan tujuan yang hendak dicapai dari tugas akhir ini adalah
bagaimana membuat komponen untuk membantu pengembang perangkat lunak
dalam mengatur lisensi software-nya. Komponen adalah perangkat lunak yang
digunakan oleh perangkat lunak (program) yang lain. Hal ini dilakukan dengan
cara membuat suatu komponen yang dapat menambah dan mengatur lisensi suatu
software dan membantu pengembang perangkat lunak untuk membuat perangkat
lunak yang telah terlisensi.
Analisis sistem didapat dengan melakukan pengamatan dan pembandingan
terhadap beberapa komponen yang sejenis untuk mengetahui keadaan yang ada
saat ini. Selanjutnya dilakukan proses desain meliputi gambaran sistem, desain
objek dan desain proses. Implementasi dilakukan dengan menerjemahkan desain
yang telah dibuat ke dalam bahasa pemrograman. Tahap terakhir adalah uji coba
terhadap aplikasi, dilakukan melalui tahap verifikasi dan validasi dengan
didukung oleh hasil angket. Uji coba menunjukkan bahwa pengembang perangkat
lunak dipermudah dalam menambah dan mengatur lisensi dalam pembuatan
perangkat lunak.