Abstract :
Mesin penjawab telepon digunakan ketika pemilik pesawat telepon sedang
tidak berada di tempat. Mesin tersebut telah diisi dengan rekaman suara pemilik
pesawat telepon, yang mengatakan bahwa "Pemilik pesawat telepon sedang tidak
berada di tempat, harap meninggalkan pesan setelah bunyi bip". Pemilik pesawat
telepon dapat memutar kaset perekam untuk mengetahui pesan-pesan yang
ditinggalkan penelepon. Mesin penjawab telepon tersebut dapat
menginformasikan bahwa pemilik pesawat telepon sedang tidak berada di tempat.
Selain itu mesin penjawab telepon dapat menyimpan pesan. Tetapi mesin
penjawab telepon tersebut memiliki keterbatasan. Keterbatasannya adalah sistem
tidak dapat melakukan dialog tanya jawab dengan penelepon.
Karena keterbatasan mesin penjawab telepon sesuai dengan yang
dijelaskan di atas maka penulis ingin membuat suatu perangkat lunak yang dapat
mensimulasikan mesin penjawab telepon. Perangkat lunak yang dibuat akan
melakukan tanya jawab dengan penelepon.
Perangkat lunak tersebut diutamakan untuk mesin penjawab telepon pribadi.
Input berupa teks melalui keyboard dan output berupa teks melalui monitor dan
berupa suara melalui speaker. Kalimat yang diinputkan harus berupa kalimat
kalimat pertanyaan yang tunggal. Setiap pertanyaan yang diajukan tidak memiliki
hubungan dengan pertanyaan sebelum atau sesudahnya. Perangkat lunak tidak
dapat mengenali tanda baca. Sedangkan untuk melakukan penyimpanan nama
penelepon, penulisan diawali dan diakhiri tanda" ' ".
Dalam pengembangan perangkat lunak tersebut, penulis menggunakan
metode bahasa natural dan kompilasi. Dengan metode tersebut perangkat lunak
dapat mengeluarkan jawaban untuk input yang valid dan tidak valid.
Dari hasil tanya jawab dengan beberapa sumber, penulis dapat mengetahui
kala dan kalimat yang digunakan menelepon. Kata dan kalimat tersebut akan
digunakan untuk membuat grammar dan semantic action. Mesin penjawab telepon
harus memiliki fasilitas untuk menyimpan pesan, dari siapa pesan tersebut dan
waktu penelepon meninggalkan pesan.
Sebagai kesimpulan, kemampuan simulasi mesin penjawab telepon ini
bergantung pada beberapa hal. Pertama, pada jumlah kata, semakin banyak kata
yang terdapat dalam kamus program semakin banyak pula kala yang dapat
diterima oleh sistem untuk dikenali jenisnya. Kedua, semakin banyak rule yang
dipakai dalam grammar semakin luas kemampuan sistem untuk mengenali kalimat
yang diinputkan. Terakhir, semakin banyak semantic action dari grammar yang
diterima akan semakin banyak pula knowledge yang dapat digunakan untuk
menjawab pertanyaan.
Diharapkan untuk pengembangan lebih lanjut dapat mengenali input
berupa suara. Dan dapat digunakan pada mesin penjawab telepon yang
sesungguhnya.