Abstract :
Problem emosi yang dialami remaja panti yaitu mudah tersinggung,
mudah berkecil hati, sulit berkomunikasi dengan orang lain, mudah marah tanpa
sebab, kurang percaya diri dan tidak dapat mengendalikan diri. Hal ini disebabkan
karena stimulasi untuk memiliki pengelolaan emosi pada remaja panti kurang
bisa berkembang secara optimal sehingga kehidupan emosional dari remaja panti
kurang bisa terarah dan terkendali, melihat kondisi demikian pelatihan emosi yang
dapat mengembangkan kecerdasan emosional sangat diperlukan. Pelatihan emosi
yang diberikan dalam penelitian ini mencakup lima aspek kecerdasan emosional
yaitu mengenali emosi diri, mengelola emosi, motivasi diri, mengenali emosi
orang lain dan membina hubungan dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui peran pelatihan emosi terhadap peningkatan kecerdasan
emosional remaja di panti asuhan "X".
Pengumpulan data menggunakan angket tertutup dan terbuka yang di
berikan saat pretest dan postest. Subyek penelitian (N=20) adalah remaja putri
panti asuhan yang berusia 13-18 tahun dengan pendidikan SMP sampai SMA.
Data penelitian dianalisis menggunakan uji non parametrik dua sampel
berpasangan (Wilcoxon).
Hasil analisis non parametrik Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan
yang signifikan pada skor kecerdasan emosional subyek sebelum dan sesudah
mengikuti pelatihan emosi. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan emosi
memberikan pengaruh yang cukup baik terhadap kecerdasan emosional remaja
panti. Berdasarkan data dari angket terbuka kelima aspek kecerdasan emosional
membawa pengaruh perubahan yang positif pada perilaku dan perubahan kognitif
pada remaja panti asuhan.