Abstract :
Perkawinan dengan etnis yang sama oleh sebagian besar orang dianggap
tidak membutuhkan penyesuaian ekstra dibandingkan dengan perkawinan beda
etnis. Namun untuk komunitas etnis Arab, hal ini menjadi suatu permasalahan
dalam menjalankan kehidupan perkawinan meskipun dilakukan dengan etnis yang
sama tetapi berbeda golongan. Dalam penelitian ini, Peneliti ingin mencari tahu
tentang hal-hal yang terjadi pada pasutri etnis Arab selama melakukan proses
penyesuaian perkawinan antara golongan Sayyid dengan Non-Sayyid dari masa
pacaran hingga perkawinan terjadi mulai dari cara pasangan menghadapi hingga
mengatasi permasalahan yang terjadi.
Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara terhadap 2 pasangan
suami istri yang melakukan perkawinan antara golongan Sayyid dengan NonSayyid.
Wawancara dilakukan secara terpisah dan dijadwalkan sesuai dengan
waktu luang Informan. Hasil wawancara dianalisis secara deskriptif untuk
menggambarkan proses penyesuaian perkawinan masing-masing pasangan.
Berdasarkan hasil wawancara serta analisis data ditemukan bahwa pada
pasangan perkawinan beda golongan masalah terbesar yang terjadi adalah adanya
ketidaksetujuan dari keluarga perempuan dalam menjalankan hubungan dengan
pasangan yang telah dipilih sendiri oleh individu. Hal ini terjadi karena prinsip
patrilineal yang masing-masing golongan anut sehingga keluarga mengharapkan
perkawinan segolongan agar garis keturunan tetap berada di golongannya. Dari
hasil penelitian diketahui bahwa keluarga laki-laki lebih dapat menerima
hubungan pasangan karena garis keturunan nantinya akan tetap pada golongannya.
Pada masing-masing pasangan, proses penyesuaian yang dilakukan lebih
pada faktor eksternal (keluarga dan keluarga pasangan) dibandingkan dengan
faktor internal pasangan. Internalisasi budaya golongan tidak terjadi pada individu
sehingga dalam pemilihan pasangan (endogamy) dan tradisi . golongan yang
ditanamkan keluarga besarnya tidak selalu dijalankan individu. Peneliti melihat
bahwa motivasi dari masing-masing pasangan sangat berperan penting untuk
dapat memperbaiki hubungan dan menjalankan kehidupan perkawinan beda
golongan (Sayyid dengan Non-Sayyid).