Abstract :
Munculnya perbankan syariah di Indonesia dan dikeluarkannya fatwa MUI
tentang haramnya bunga bank konvensional merupakan fenomena yang menarik
mengingat hampir sebagian besar penduduk Indonesia khususnya di Jawa Timur
adalah muslim, namun pada kenyataannya hal-hal itu tidak mendorong mayoritas
umat Islam untuk menjadi nasabah bank syariah. Ternyata determinan perbedaan
indi vidu yang merupakan salah satu determinan dari variabel keputusan konsumen
cukup berpengaruh atas fenomena ini.
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan psikografi untuk mengetahui
determinan perbedaan individu pada nasabah bank syariah. Pendekatan psikografi
digunakan untuk memilah-milah nasabah berdasarkan respon nasabah, dimana
respon-respon tersebut akan merefleksikan tentang konsep diri dan gaya hidup
dalam sikap, opini maupun persepsi konsumen tentang atribut-atribut dari produk.
Dalam pendekatan psikografis ini digunakan VALS? yang merupakan program
untuk segmentasi dari SRI Consulting Bussines Intelligence untuk mengetahui
tentang segmen psikografi yang mayoritas ditempati oleh nasabah muslim bank
syariah.
Subyek penelitian adalah 120 orang nasabah muslim bank syariah di
Surabaya. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner baku dari
VALS .
Untuk menganalisa data yang ada, maka peneliti memasukkan data dari
masing-masing responden yang sudah terkumpul kedalam kuesoiner VALS?
yang on line di situs SRI Consulting Business Intelligence untuk dianalisa,
hasilnya menunjukan bahwa mayoritas nasabah muslim bank syariah cenderung
berada dalam segmen Striver (55%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan
bahwa nasabah muslim bank syariah adalah orang-orang yang lebih memikirkan
tentang membentuk citra sebagai seorang muslim yang taat dibandingkan dengan
pendapat mereka tentang bunga bank konvensional.
Dari penelitian tersebut penulis menyarankan agar pihak bank syariah
memberikan perhatian yang lebih serius pada pengembangan produk-produk yang
dapat memperkuat citra nasabah sebagai seorang muslim yang taat dan juga lebih
memperluas jaringannya. Dengan demikian diharapkan bank syariah dapat
menjaring nasabah yang lebih banyak dari segmen tersebut. Namun jika ingin
lebih mengembangkan segmennya maka bank syariah hendaknya
mengembangkan produk-produk yang bervariasi sesuai dengan sifat masingmasing
segmen.