Abstract :
Sebelum melakukan proses keputusan pembelian di internet, para
konsumen berusaha mencari informasi. Ketika konsumen merasakan adanya
resiko yang tinggi terhadap pembelian tersebut, maka konsumen akan melakukan
pencarian informasi yang banyak dan evaluasi yang hati-hati (Sutisna, 1997).
Ketika melakukan evaluasi alternatif produk di internet inilah timbul suatu
persepsi konsumen terhadap suatu produk, terutama persepsi terhadap resiko
pembelian yang diterima ketika akan membeli barang-barang di internet. Begitu
pula dengan pembelian produk cabe jamu di internet. Dari data yang dihimpun
peneliti mengenai penjualan melalui internet, terlihat bahwa jumlah konsumen
yang melakukan pembelian cabe jamu tidak banyak meningkat. Salah satu sebab
yang membuat stagnannya jumlah konsumen adalah pandangan negatif
masyarakat tentang resiko yang diterima jika bertransaksi lewat internet. Menurut
Schiffman (1997) resiko pembelian ada beberapa macam yaitu (1) Functional
Risk, (2) Physical Risk, (3)Financial Risk, (4) Social Risk, (5) Psychological Risk,
dan ( 6) Time Risk.
Populasi dari penelitian ini adalah para konsumen cabe jamu yang
menggunakan internet. Sampel diambil dengan teknik incidental sampling,
dimana peneliti akan mengambil sampel diambil dari orang-orang yang ditemui
yang mempunyai intensitas tinggi dalam melakukan pembelian jamu di internet.
Hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara variabel tingkat resiko
yang diterima dengan intensi pembelian pada produk cabe jamu di internet dapat
diterima, dengan nilai r sebesar -0,665 dan p < 0,0 I. Hubungan ini menunjukkan
nilai negatif (r = -0,665), yang artinya bahwa semakin tinggi tingkat resiko yang
diterima maka semakin rendah intensi pembelian yang dilakukan terhadap produk
cabe jamu di internet. Begitu pula sebaliknya semakin rendah tingkat resiko yang
diterima oleh seseorang dalam melakukan pembelian produk cabe jamu akan
mempertinggi intensi pembelian seseorang.
Sumbangan variabel tingkat resiko yang diterima adalah sebesar 44,42%.
Variabel-variabel lain yang mungkin mempengaruhi intensi pembelian adalah
55,78% lainnya berkaitan dengan variabel lain, seperti halnya pengaruh
lingkungan, perbedaan individu, dan proses psikologis.