Abstract :
Proses produksi menjadi sangat penting untuk diperhatikan dalam sebuah
perusahaan karena produktivitas merupakan kunci bagi hidup matinya perusahaan. Pada
perusahaan yang bergerak dibidang jasa telekomunikasi premium call masalah
produktivitas juga menjadi masalah penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan.
Premium call adalah perusahaan yang bekerja sama dengan TELKOM yang menyediakan
layanan chat line atau sekedar berbincang-bincang dengan operator tentang segala hal.
Produktivitas yang dicapai berupa durasi waktu lamanya seorang operator berbicara
dengan penelpon, semakin lama semakin bagus produktivitas yang dicapai. Banyak faktor
yang dapat menyebabkan produktivitas seperti motif kerja dari karyawan dan tingkat
pendidikan yang dimiliki karyawan. Melalui produktivitas yang dicapai operator peneliti
ingin menguji hubungan antara motif kerja dengan produktivitas karyawan operator
premium call ditinjau dari tingkat pendidikan (SMU,kuliah,S 1)
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total populasi study
sebanyak 43 orang disertai dengan cara pengumpulan data melalui angket dan
dokumentasi untuk melihat produktivitas karyawan selama tiga bulan. Data yang
terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan teknik analisis korelasi product
moment untuk melihat korelasi antara variabel motif dengan produktivitas. Untuk
mengetahui hipotesis tentang ada tidaknya perbedaan produktivitas dan motif untuk
mengetahui mean tingkat pendidikah (SMU,kuliah,S 1) menggunakan anava 1 jalur.
Untuk melihat urutan motif ditinjau dari tingkat pendidikan menggunakan rho spearman.
hasil penelitian menyebutkan tidak ada hubungan yang signifikan antara motif
kerja dengan produktivitas dengan nilai r sebesar 0.123 dan nilai p sebesar <0,05. Untuk
hipotesis dua variabel tidak ada perbedaan besarnya motif dilihat dari tingkat pendidikan
dengan nilai F sebesar 0,256 dan p sebesar 0, 775 dan tidak ada perbedaan produktivitas
dilihat dari tingkat pendidikan dengan nilai F sebesar 0,687 dan p sebesar 0,509. untuk
melihat urutan ada perbedaan urutan antara kelompok kuliah dengan kelompok sarjana
dan SMU dengan nilai r2 sebesar 0,6 sedangkan untuk kelompok SMU dan sarjana tidak
ada perbedaan urutan motif dengan nilai r2 sebesar 1
Berdasarkan hasil tersebut maka saran yang dikemukakan bagi pihak perusahaan
bahwa pendidikan dan motif tidak banyak mempengaruhi produktivitas Ada banyak
faktor lain yang mempengaruhi seperti faktor ekternal yaitu dukungan dari orang tua dan
faktor internal meliputi kemampuan komunikasi yang baik sehingga mampu mengalihkan
pembicaraan dan luasnya wawasan yang dimiliki karyawan sehingga karyawan tidak
kesulitan bila harus berbicara dengan lebih dari satu penelpon. Perusahaan juga
memperhatikan kebutuhan yang ada pada kelompok kuliah yaitu motif kompetensi dan
pada kelompok S 1 dan SMU motif dominannya adalah motif afiliasi