Abstract :
Kemajuan industri dalam mengembangkan produksinya tidak terlepas dari
perhatian industri terhadap kinerja keselamatan. Rendahnya responsibilitas
terhadap kinerja keselamatan mengakibatkan tingginya jumlah kecelakaan yang
terjadi. Kinerja keselamatan mencakup dua indikasi penting yaitu kecelakaan
nyata yang terjadi dan unsafe behavior. Hofmann dan Stetzer (1997),
mengungkapkan dua komponen penting yang mempengaruhi unsafe behavior,
yaitu: perbedaan individu (individual differences) dan tingkat kelompok (grouplevel).
Agresi merupakan salah satu faktor perbedaan individu yang
mempengaruhi unsafe behavior. Berbagai agresi yang muncul pada pegawai akan
mengarah pada unsafe behavior yang dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan.
Selain itu pendekatan rekan kerja terhadap individu untuk mengajak pada unsafe
behavior dalam menyelesaikan pekerjaannya, yang disebut approach intentions
merupakan salah satu faktor tingkat kelompok yang juga mempengaruhi unsafe
behavior. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara
agresi dan approach intentions dengan unsafe behavior.
Subjek penelitian ini adalah seluruh pegawai bagian boiler Pabrik Gula
Pandjie Situbondo (total population study) yang berjumlah 32 responden.
Penelitian ini menggunakan angket dan pengujiannya menggunakan analisis
regresi ganda.
Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: ada hubungan yang signifikan
antara agresi dan approach intentions dengan unsafe behavior (F = 272,248; dan p
< 0,05). Hubungan yang signifikan antara agresi dengan unsafe behavior
diperoleh r = 0,371 (p < 0,05). Hubungan yang signifikan antara approach
intentions dengan unsafe behavior diperoleh r = 0,970 (p < 0,05).
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa individu yang
mempunyai agresi yang tinggi akan memiliki unsafe behavior yang tinggi pula.
Selain itu individu yang mengalami approach intentions yang tinggi akan
memiliki unsafe behavior yang tinggi pula. Berdasarkan dari hasil penelitian ini
disarankan agar perusahaan membangun kinerja keselamatan dengan memulai
pada peran rekan kerja untuk berbagi informasi, saling mengawasi dan memberi
umpan balik pada pegawai saat pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan
prosedur atau peraturan keselamatan. Pegawai hendaknya juga saling
mengingatkan antar rekan kerja dalam berperilaku aman saat menyelesaikan
pekerjaannya. Bagi penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel
penelitian misalnya role overload, safety climate dan risk-taking dengan unsafe
behavior.