Abstract :
Perusahaan yang bergerak dalam bisnis asuransi membutuhkan konsultan
keuangan sebagai tenaga pemasar untuk menawarkan produk dan pelayanan
kepada masyarakat. Keberhasilan dalam bidang pemasarannya sangat tergantung
pada konsultan keuangan. Menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam
dunia bisnis asuransi, selain harus memiliki modal yang kuat, perusahaan asuransi
dituntut untuk meningkatkan kualitas konsultan keuangan dan strategi penjualan
yang tepat. Dalam mendekati calon nasabah I prospek, seorang konsultan
keuangan dalam menjual polis asuransi dapat melakukan praktek adaptive selling,
yaitu konsultan keuangan mampu menyesuaikan perilaku menjual selama
berinteraksi dengan prospek berdasarkan informasi yang diterima mengenai
situasi penjualan, dimana ia mampu untuk melakukan presentasi penjualan yang
berbeda-beda, serta mampu menyesuaikan diri selama situasi-situasi tersebut.
Kemampuan adaptive selling diperlukan oleh konsultan keuangan dikarenakan
konsultan keuangan asuransi akan menghadapi prospek yang sangat bervariasi
karakteristik dan kebutuhannya. Untuk menunjang konsultan keuangan dapat
melakukan praktek adaptive selling diperlukan kemampuan self monitoring, yaitu
kemampuan mengontrol tingkah laku, ekspresi dan menyesuaikan diri dengan
situasi sosial. Self monitoring merupakan salah satu karakteristik kepribadian
manusia yang dapat dianggap sebagai faktor penentu seorang konsultan keuangan
untuk mampu mengadaptasi presentasi penjualan secara efektif sesuai dengan
situasi penjualan.
Sampel dari penelitian ini adalah semua konsultan keuangan asuransi
jiwa PT. Allianz Life Indonesia cabang Squirrel, Samarinda sejumlah 70 orang.
Pengambilan data untuk self monitoring dan adaptive selling dilakukan dengan
menggunakan angket, dan dianalisa dengan uji hipotesa dengan teknik korelasi
Product Moment diperoleh hasil sebagai berikut rxy = 0,368 dan
p = 0. 002 < 0. 0 1. Hasil ini menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan
antara variabel self monitoring dengan variabel adaptive selling. Hubungan yang
positif menunjukkan bahwa tingkat self monitoring yang tinggi diikuti oleh
tingkat adaptive selling yang tinggi pula. Dari perhitungan lebih lanjut, diperoleh
bahwa self monitoring memberi sumbangan efektif sebesar 13,5 % terhadap
praktek adaptive selling. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk
melibatkan dan memperhatikan faktor-faktor dari ciri kepribadian yang
mempengaruhi tingkat kemampuan adaptive selling seperti androgyny, empaty,
openers, locus of control, dan faktor anteseden dari adaptive selling yaitu
motivasi intrinsik, pengalaman, dan gaya manajemen.