Abstract :
Di era globalisasi dan informasi, perubahan terjadi di mana-mana dan terus
bergerak semakin cepat. Semua orang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik
dibandingkan yang lain. Terlebih di bidang ekonomi, para pelaku pasar berlomba
untuk selalu mengikuti keinginan pasar yang terus berubah seiring dengan kemajuan
jaman. Maka dari itu muncul kesadaran akan pentingnya orang untuk selalu berubah.
Walaupun demikian, tidak semua orang dapat berubah dengan cepat. Mereka
membutuhkan proses dalam melakukan suatu perubahan. PT. "X" merasa penting
bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi tingkat resistensi karyawannya terhadap
perubahan. Salah satu perubahan yang terjadi di PT."X" ini adalah penilaian 360
derajat feedback. Khususnya karyawan di divisi sales karena mereka adalah ujung
tombak perusahaan yang sehari-harinya bergulat dengan pesaing-pesaing lain dalam
merespon perubahan selera konsumen yang terjadi seiring kemajuan jaman. Oleh
karena itu, penulis berupaya untuk membuktikan adanya perbedaan tingkat resistensi
antara karyawan yang telah diberi penilaian dengan metode 360 derajat feedback,
dengan kelompok yang tidak diberi treatment.
Subjek penelitian ini adalah karyawan PT. "X'' di divisi salesman yang terdiri
dari 17 orang salesman ditambah seorang sales manager. Mereka dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu: Kelompok yang diberi treatment berupa penilaian 360 derajat
(kelompok eksperimen) dan kelompok yang tidak diberi treatment (kelompok
kontrol). Sebelumnya, kedua kelompok diberikan penjelasan singkat mengenai
proses penilaian dengan 360 derajat feedback. Kemudian kelompok eksperimen
diminta untuk mengerjakan angket penilaian 360 derajat feedback yang sudah
disiapkan peneliti, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi treatment apa-apa.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup. Teknik analisis
data yang digunakan adalah korelasi nonparametrik U-Mann Whitney.
Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan tingkat resistensi yang
sangat signifikan (p < 0,001) antara kelompok yang sudah mengalami penilaian 360
derajat feedback (kelompok eksperimen) (Mean Rank= 5,00) dan kelompok yang
belum pernah mengalami penilaian 360 derajat feedback (kelompok kontrol) (Mean
Rank = 14,00). Dengan kata lain kelompok eksperimen menunjukkan tingakat
resistensi terhadap perubahan yang lebih rendah dibanding dengan kelompok kontrol.
Lebih dalam, terlihat bahwa dari lima aspek resistensi terhadap individu
karyawan salesman di PT. "X'', dua diantaranya tidak menunjukkan perbedaan,
yaitu: aspek kebutuhan rasa aman (p = 0,756) dan aspek pemrosesan informasi
selektif(p = 0,351).
Dengan adanya perbedaan tingkat resistensi ini diharapkan pihak manajemen
dapat menentukan pendekatan yang lebih tepat dalam menangani para salesman di
PT."X'', sehingga mereka bisa menjalani proses perubahan dengan lebih baik. Selain
itu, pihak manajemen juga dapat mengidentifikasi kemampuan para salesmannya
sebagai hasil dari penerapan penilaian 360 derajat feedback. Sehingga mereka dapat
mengambil tindakan yang tepat untuk meningkatkan kinerja salesmannya.
Sebaliknya bagi para salesman sendiri akan memperoleh keuntungan karena
memperoleh penanganan yang lebih tepat dari para manajemya.