Abstract :
Sejalan dengan perkembangan jaman, kenyataannya sekarang ini
perusahaan cenderung menginginkan sarjana yang telah mempunyai pengalaman
kerja. Melihat melimpahnya angkatan kerja serta kecenderungan perusahaan yang
menginginkan seorang sarjana yang telah mempunyai pengalaman kerja. Hal
tersebut menyulitkan mahasiswa yang telah lulus dan mencari kerja namun tidak
mempunyai pengalaman kerja, sehingga tidak mengherankan terlihat cukup
banyak mahasiswa yang mengisi waktu luangnya dengan bekerja paruh waktu
disela-sela waktu kuliah mereka. Hal yang perlu diketahui adalah motif-motif
yang melatarbelakangi mahasiswa dalam mengambil keputusan untuk bekerja.
Penelitian ini untuk memberikan gambaran mengenai motif-motif yang
melatarbelakangi mahasiswa dalam bekerja khususnya sebagai distributor multi
level marketing.
Teknik pengambilan sampling menggunakan quota sampling. Metode
analisis data yang digunakan adalah analisis Z-score. Metode pengumpulan data
yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode angket. Populasi dalam
penelitian ini adalah mahasiswa yang bekerja sebagai distributor multi level
marketing. Alasan pemilihan populasi ini adalah karena mahasiswa banyak yang
bekerja sebagai distributor multi level marketing.
Hasil analisis data dan perhitungan data statistik menunjukkan bahwa motif
berprestasi, motif berafiliasi dan motif berkuasa merupakan motif yang sama sama
kuat tetapi motif yang paling kuat yang melatarbelakangi mahasiswa untuk
bekerja sebagai distributor multi level marketing adalah motif berkuasa, dimana
sekitar 46.2%.
Penulis menyimpulkan motif berkuasa merupakan motif kerja tertinggi
karena mahasiswa yang bekerja sebagai distributor MLM lebih mementingkan
kebutuhan yang berhubungan dengan prestise dan statusnya, memiliki keinginan
yang kuat untuk menguasai, mengatur, dan mengendalikan orang lain, adanya
kebutuhan yang tinggi untuk menunjukkan usaha pribadi mencapai sukses. Perlu
pengembangan lebih lanjut dari penelitian ini khususnya yang berkaitan dengan
motif yang mendasari seseorang dalam bekerja, misalnya dengan tidak membatasi
motif kerja agar motif kerja yang dihasilkan lebih spesifik dan berdasarkan hasil
dari responden.