Abstract :
Tingginya jumlah kecelakaan yang terjadi didahului oleh perilaku tidak aman
(unsafe behavior). Oliver, Cheyne, Thomas & Cox (2002) mengungkapkan unsafe behavior
berhubungan dengan terjadinya kecelakaan. Terbentuknya unsafe behavior ini sematamata
bukan bermula dari dalam diri para pekerja melainkan juga berasal dari standar
keselamatan yang ada pada organisasi. Menurut para ahli (Syukri, 1997) permasalahan
dibidang keselamatan kerja adalah kurang baiknya fungsi manajemen sehingga
menuntut organisasi itu untuk membentuk adanya safety management yang dapat
menimbulkan suatu tanggung jawab untuk berperilaku aman (safety behavior). Dalam
prakteknya Mearns, Whithaker & Flin (2003) menyebutnya dengan istilah safety
management practice. Mewujudkan safety behavior dalam diri individu memerlukan
kesadaran mengenai pentingnya keselamatan kerja. Menurut Gonzales (1988) individu
yang kurang menyadari masalah keselamatan lebih disebabkan oleh keyakinan yang
mereka miliki. Keyakinan yang dimiliki oleh individu tersebut sebagai hasil dari budaya
yang ada yang menentukan bagaimana individu tersebut memandang realita
dilingkungannya, mempelajari nilai-nilai dan aturan-aturan dalam budayanya.
Thygerson dalam penelitiannya (1992) menyatakan nilai-nilai yang dimiliki oleh
seseorang mengenai keselamatan kerja (safety values) sangat berkaitan dengan
pencegahan kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
an tara safety value dan safety management practice dengan unsafe behavior.
Subjek penelitian ini adalah seluruh perawat RSUD Walujo Jati Probolinggo (total
population study) yang berjumlah 50 responden. Penelitian ini menggunakan angket dan
pengujiannya menggunakan analisis regresi ganda.
Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: ada hubungan yang signifikan antara
safety value dan safety management practice dengan unsafe behavior (F = 377,625; dan p
<0,05). Hubungan yang signifikan antara safety value dengan unsafe behavior diperoleh
r = -0,748 (p