Abstract :
Perubahan lingkungan di era globalisasi terjadi dengan cepat sehingga
perusahaan untuk menghadapinya memerlukan sumber daya manusia yang andal.
Oleh karena itu karyawan perlu diberi penghargaan agar tidak terjadi intensi
turnover yang dapat merugikan perusahaan. Masalah intensi turnover ini perlu
diperhatikan terutama dalam proses restrukturisasi. Dalam proses restrukturisasi
tersebut, distributive justice atau keputusan-keputusan yang dibuat oleh
perusahaan sebaiknya dirasakan baik oleh karyawan karena hila karyawan merasa
diperlakukan tidak adil maka muncul intensi turnover. Menurut Ashford, Lee dan
Bobko (1989), job insecurity dapat dikaitkan dengan intensi tunover. Karyawan
yang merasa terancam dengan kelanjutan kepegawaiannya maka karyawan itu
memiliki keinginan untuk keluar dari perusahaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara
persepsi terhadap distributive justice dan job insecurity dengan intensi turnover.
Subyek penelitian ini adalah karyawan bagian support Kandatel Surabaya Barat
yang berjumlah 38 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan saturation
sampling atau total population study. Untuk mengungkap hal ini peneliti
menggunakan angket dan pengujiannya menggunakan tehnik korelasi product
moment dan anal isis regresi sebagai tambahan.
Hasil yang diperoleh sebagai berikut : ada hubungan yang sangat
signifikan antara persepsi terhadap distributive justice dan job insecurity dengan
intensi turnover (F = 6,815; R =0,529; p = 0,003). Nilai r par persepsi terhadap
distributive justice dengan intensi turnover adalah - 0,387 (p = 0,0 18) artinya
semakin baik perceived distributive justice maka intensi turnover-nya akan
semakin rendah. Nilai r par job insecurity dengan intensi turnover adalah 0,435 (p
= 0,007) artinya semakin tinggi job insecurity yang dirasakan individu maka
intensi turnover akan semakin tinggi juga.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa individu yang
mempunyai perceived distributive justice yang baik, akan memiliki intensi
turnover yang rendah. Selain itu, individu dengan job insecurity rendah akan
memiliki intensi turnover yang rendah juga. Berdasarkan dari hasil penelitian ini
disarankan agar perusahaan mempertahankan proses mutasi dan penempatan
jabatan yang sekarang serta membina komunikasi yang baik antara perusahaan
dengan karyawannya. Bagi penelitian selanj utnya disarankan untuk
memperbanyak variabel penelitian misalnya dengan komitmen organisasi,
keadilan prosedural, kepuasan kerja, dan lain-lain dengan intensi turnover,
pengambilan data dapat dilakukan sendiri oleh peneliti, subyek penelitian juga
diperbanyak dan diperluas agar hasilnya dapat digeneralisasikan.