Abstract :
Mendekati pasar bebas, perdagangan elektronik dan otomotif di Indonesia
makin marak. Berbagai jenis merek dan keunggulan yang ditawarkan membuat
konsumen semakin selektif dalam membeli barang sesuai dengan kebutuhannya.
Salah satu kebutuhan manusia adalah alat transportasi yang berguna untuk
menunjang aktivitas sehari-harinya. Salah satunya adalah sepeda motor. Dengan
membanjirnya produk-produk di pasar membuat para produsen bersaing ketat
untuk merebut pasar. Situasi persaingan yang ketat ini telah menyebabkan
perusahaan-perusahaan sulit untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Salah satu
usaha untuk mempertahankan pasar yang telah ada, adalah dengan meningkatkan
loyalitas pelanggan. Loyalitas pelanggan akan menjadi kunci sukses, tidak hanya
dalam jangka pendek tetapi keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Hal ini
karena loyalitas pelanggan memiliki nilai strategik bagi perusahaan.
Penelitian ini mencoba mengungkapkan persaingan yang terjadi di pasar
sepeda motor. Walaupun banyak merek sepeda motor yang masuk di Indonesia
namun Honda tetap menjadi pemimpin pasar. Hal ini tidak terlepas dari loyalitas
merek dari pelanggan sepeda motor Honda, karena loyalitas terhadap merek ini
merupakan salah satu aset merek yang mempunyai arti sangat penting bagi
perusahaan dengan produk pesaing (Aaker 1996:21 ). Ada lima faktor pembentuk
loyalitas merek yaitu: Habitual Behavior, Switching Cost, Satisfaction, Liking Of
the Brand, dan Commitment.
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini. menggunakan angket dan
dianalisis dengan analisis faktor. Sampel yang dipakai adalah orang yang telah
membeli dan atau menggunakan sepeda motor Honda minimal melakukan
pembelian dua kali, dan usia sampel 25 tahun ke atas.
Dari hasil penelitian diperoleh Mean (X) masing-masing faktor mulai dari
yang tinggi sampai yang paling rendah yaitu : faktor Habitual Behavior (X =
3,05), Switching Cost (X= 3,02), Commitment (X =3,00), Satisfaction (X= 2,92),
Liking of the Brand (X= 2,90).
Setelah dianalisis diperoleh bahwa dari lima faktor yang ada, satu faktor
tidak dapat digunakan dalam analisis faktor yaitu faktor Liking of the Brand,
karena tidak memiliki korelasi yang cukup kuat dengan variabel lainnya. Hal ini
dapat dilihat dari MSA (Measures of Sampling Adequacy) yaitu 0,423 atau < 0,5,
sehingga terjadi penyusutan menjadi 4 faktor yaitu faktor Switching Cost, faktor
Habitual Behavior, Commitment dan Satisfaction. Untuk mengetahui loyalitas
merek pelanggan sepeda motor Honda, peneliti melakukan penjumlahan terhadap
Mean Ideal dan Standar Deviasi ideal terhadap empat faktor tersebut yang
kemudian dimasukkan dalam kategori sangat rendah sampai dengan sangat tinggi,
dan diperoleh bahwa loyalitas merek pelanggan sepeda motor Honda terletak pada
kategori tinggi sampai dengan sangat tinggi yaitu 66,8%. Ini artinya bahwa
pelanggan sepeda motor Honda pada penelitian ini loyal.