Abstract :
Masalah ketenagakerjaan di Indonesia masih banyak terjadi di
perusahaan-perusahaan hingga saat ini. Permasalahan yang terjadi di dalam
perusahaan dapat muncul antara karyawan dan atasan atau manajemen
perusahaan. Keadaan tersebut sering kali mengalami hambatan dalam
penyelesaiannya. Akibatnya karyawan merasa tidak puas dan melakukan
perlawanan karena merasa dirinya terpojok oleh aturan-aturan yang
dikeluarkan oleh pihak perusahaan. Keadaan tersebut dapat menyebabkan
terjadinya konflik antar pribadi di dalam perusahaan, dan bila konflik itu
sudah pada tingkat yang cukup parah dan tidak segera diselesaikan, dapat
mengakibatkan frustrasi pada diri karyawan yang akhirnya dapat
mengakibatkan munculnya kecenderungan agresivitas (Nitisemito, 1992).
Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar
hubungan antara frustrasi akibat konflik antar pribadi dengan kecenderungan
agresivitas pada karyawan.
Subyek dalam penelitian ini adalah karyawan PT. SURA INDAH
WOOD INDUSTRIES (PT. SIWI) bagian Sawn Timber, sebanyak 60 orang,
dengan menggunakan teknik Incidental Sampling. Data dikumpulkan dalam
bentuk angket dan dianalisis dengan memakai teknik korelasi Product
Moment.
Hasil yang didapat adalah ada hubungan positif yang sangat signifikan
antara fustrasi akibat konflik antar pribadi dengan kecenderungan agresivitas
pada karyawan, dengan nilai r = 0,603 dan p < 0,01, serta sumbangan relatif
yang diberikan adalah 36,36%.
Dari hasil tersebut saran yang diberikan bagi perusahaan hendaknya
lebih memperhatikan nasib karyawan, lebih terbuka dan menjalin hubungan
yang harmonis dengan para karyawan agar dapat mengantisipasi munculnya
frustrasi dan kecenderungan agresivitas. Bagi karyawan saran yang
diberikan adalah agar tidak selalu menyalahkan pihak perusahaan dan lebih
mengintrospeksi diri. Untuk penelitian selanjutnya hendaknya memasukkan
variabel-variabellain yang juga mempengaruhi, misalnya : usia, lama kerja,
hubungan sosial antar karyawan dan faktor-faktor lain yang dapat
memperkaya hasil penelitian.