Abstract :
Iklan mengkomunikasikan informasi yang membuat konsumen
mempunyai ingatan tentang produk yang diiklankan. Keberhasilan iklan dalam
pemasaran suatu produk terkait dengan memori.
Iklan visual dapat menyampaikan iklan dalam bentuk gambar yang
menarik, namun keterbatasan media iklan dapat membuat tampilan gambar
tampilan gambar tidak optimal. Media surat kabar memiliki keterbatasan dalam
hal visual, selain itu sebagian besar halamannya tidak berwarna sehingga iklan
surat kabar lebih banyak berisi pesan-pesan verbal. Radio merupakan media yang
memiliki kesamaan dengan surat kabar sehingga dapat dipertimbangkan sebagai
alternatif lain. Penelitian ini akan melihat pengaruh bentuk iklan surat kabar dan
bentuk iklan radio terhadap memori untuk mengetahui perbedaan kemampuan
mengingat informasi yang disampaikan dua bentuk iklan yang berbeda.
Sampel penelitian adalah mahasiswa Universitas Surabaya yang diperoleh
melalui teknik incidental sampling. Pengaruh bentuk iklan surat kabar dan bentuk
iklan radio terhadap memori diteliti dengan cara menyampaikan dua bentuk iklan
yang berbeda tersebut pada dua kelompok. Ingatan terhadap iklan dilihat dengan
memberikan uji daya ingat terhadap subjek. Hasil uji daya ingat ini kemudian
dianalisa dengan uji t.
Uji t menghasilkan nilai signifikansi 0,008 (<0,05) yang menunjukkan
perbedaan kemampuan mengingat pada subjek yang menerima bentuk iklan surat
kabar dan bentuk iklan radio. Informasi bentuk iklan surat kabar (mean=6, 1)
ternyata lebih diingat dibandingkan bentuk iklan radio (mean=4,55). Walaupun
kedua bentuk iklan sama-sama dapat menyampaikan informasi verbal, namun
informasi iklan radio yang sekilas dengar membuat sampel tidak dapat mengingat
dengan baik informasi iklan yang disampaikan. Sedangkan bentuk iklan surat
kabar, meskipun tidak mengutamakan tampilan gambar dan warna yang menarik,
secara visual tetap memiliki keunggulan dibandingkan bentuk iklan radio
sehingga informasinya lebih diingat oleh subjek. .
Hasil penelitian ini dapat memberi masukan bagi pihak-pihak yang terkait
dengan dunia periklanan. Diketahui bahwa bentuk iklan surat kabar dapat
memasukkan lebih banyak informasi ke dalam memori dibanding bentuk iklan
radio. Bentuk iklan radio lebih sesuai untuk menyampaikan pesan singkat dan
sebaiknya diulang penyampaiannya. Setelah melakukan penelitian ini, peneliti
menyarankan ada studi lebih lanjut untuk melihat kemampuan mengingat
informasi iklan jika uji daya ingat diberikan dengan selang waktu yang bervariasi,
rancangan iklan yang berbeda, pengulangan, atau dengan mengkombinasikan
surat kabar dan radio untuk menyampaikan iklan. Peneliti juga menyarankan agar
penelitian lebih lanjut dilakukan dengan mengontrol IQ sampel penelitian.