DETAIL DOCUMENT
Perbedaan Motif Membeli Pakaian Di Factory Outlet Antara Remaja Laki - Laki dan Remaja Perempuan
Total View This Week0
Institusion
Universitas Surabaya
Author
Hantara, Tandu Tirta
Subject
BF Psychology 
Datestamp
2014-02-26 08:22:56 
Abstract :
Ketertarikan konsumen untuk membeli suatu produk tidak lepas dari adanya motif. Menurut Mc Guire (dalam Loudon dan Bitta,1993:326) ada 16 motif membeli yang dibedakan dalam dua motif yaitu 8 motif kognitif dan 8 motif afektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan motif kognitif dalam membeli pakaian di factory outlet antara remaja laki-Iaki dan remaja perempuan serta apakah ada perbedaan motif afektif dalam membeli pakaian difactory outlet antara remaja laki-laki dan remaja perempuan. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah membeli pakaian di factory outlet. Sampel penelitian diambil di 4 tempat factory outlet di jalan Raya Darmo Surabaya. Pada masing-masing factory outlet diambil 25 responden yang berusia antara 17-21 tahun dengan total populasi sebanyak 100 orang terdiri dari 50 pengunjung laki-laki dan 50 pengunjung perempuan. Analisis data menggunakan statistik t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan motif kognitif dalam membeli pakaian di factory outlet antara remaja laki-Iaki dan remaja perempuan dengan nilai f sebesar 3,199 dengan signifikansi p sebesar 0,077 (p > 0,05). Motif membeli pakaian di factory outlet yang lebih dominan pada remaja laki-laki adalah motif kognitif, dengan motif yang menonjol yaitu motif categorization dan motif objectification. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan motif afektif dalam membeli pakaian difactory outlet antara remaja laki-laki dan remaja perempuan dengan nilai f sebesar 2,069 dengan signifikansi p sebesar 0,154 (p > 0,05). Motif membeli pakaian di factory outlet yang lebih dominan pada remaja perempuan adalah motif kognitif, dengan motif yang menonjol yaitu motif categorization, motif objectification, motif attribution. Dari hasil penelitian tersebut pemahaman tentang motif membeli dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi pihak factory outlet. Untuk penelitian yang lebih lanjut diharapkan menggunakan subyek penelitian yang lain. Pihak factory outlet hendaknya lebih memperhatikan banyak pilihan produk yang ditawarkan serta memperhatikan pengaruh-pengaruh eksternal atau lingkungan dalam memenuhi kebutuhan konsumen, misalnya: tempat parkir yang aman, tempat belanja yang luas dan nyaman, mengikuti mode yang lagi digemari di kalangan remaja, pelayanan yang memuaskan sehingga kosumen senang dan kembali untuk membeli pakaianfactory outlet. 

Institution Info

Universitas Surabaya