Abstract :
Ketertarikan konsumen untuk membeli suatu produk tidak lepas dari adanya
motif. Menurut Mc Guire (dalam Loudon dan Bitta,1993:326) ada 16 motif
membeli yang dibedakan dalam dua motif yaitu 8 motif kognitif dan 8 motif
afektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan motif
kognitif dalam membeli pakaian di factory outlet antara remaja laki-Iaki dan
remaja perempuan serta apakah ada perbedaan motif afektif dalam membeli
pakaian difactory outlet antara remaja laki-laki dan remaja perempuan.
Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah membeli
pakaian di factory outlet. Sampel penelitian diambil di 4 tempat factory outlet di
jalan Raya Darmo Surabaya. Pada masing-masing factory outlet diambil 25
responden yang berusia antara 17-21 tahun dengan total populasi sebanyak 100
orang terdiri dari 50 pengunjung laki-laki dan 50 pengunjung perempuan. Analisis
data menggunakan statistik t-test.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan motif kognitif
dalam membeli pakaian di factory outlet antara remaja laki-Iaki dan remaja
perempuan dengan nilai f sebesar 3,199 dengan signifikansi p sebesar 0,077 (p >
0,05). Motif membeli pakaian di factory outlet yang lebih dominan pada remaja
laki-laki adalah motif kognitif, dengan motif yang menonjol yaitu motif
categorization dan motif objectification. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa
tidak ada perbedaan motif afektif dalam membeli pakaian difactory outlet antara
remaja laki-laki dan remaja perempuan dengan nilai f sebesar 2,069 dengan
signifikansi p sebesar 0,154 (p > 0,05). Motif membeli pakaian di factory outlet
yang lebih dominan pada remaja perempuan adalah motif kognitif, dengan motif
yang menonjol yaitu motif categorization, motif objectification, motif attribution.
Dari hasil penelitian tersebut pemahaman tentang motif membeli dapat
digunakan sebagai bahan informasi bagi pihak factory outlet. Untuk penelitian
yang lebih lanjut diharapkan menggunakan subyek penelitian yang lain. Pihak
factory outlet hendaknya lebih memperhatikan banyak pilihan produk yang
ditawarkan serta memperhatikan pengaruh-pengaruh eksternal atau lingkungan
dalam memenuhi kebutuhan konsumen, misalnya: tempat parkir yang aman,
tempat belanja yang luas dan nyaman, mengikuti mode yang lagi digemari di
kalangan remaja, pelayanan yang memuaskan sehingga kosumen senang dan
kembali untuk membeli pakaianfactory outlet.