Abstract :
Persaingan ketat dalam iklim bisnis sekarang ini membuat pelaku di dunia usaha
tetap bertahan dalam kompetensi dan memiliki keunggulan diantara yang lain termasuk
bersaing mendapatkan sumber daya manusia yang qualified dan dapat diandalkan.
Kriteria sumber daya manusia mulai bergeser dari seseorang yang memiliki kecerdasan
(IQ) tinggi ke orang·orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan kerja sama serta
memiliki kematangan beradaptasi. Dengan kecerdasan emosional individu mudah
mendapatkan dukungan dan kerja sama dengan orang lain sehingga akan lebih
memudahkan seseorang untuk dapat menangani konflik interpersonal secara kolaboratif
Kemampuan individu untuk menangani konflik interpersonal secara kolaboratif berakibat
pada peningkatan produktivitas sebagai tujuan utama bagi perusahaan.
Penelitian ini mengungkap keterkaitan kecerdasan emosional dengan resolusi
konflik interpersonal secara kolaboratif pada karyawan stasiun televisi JTV (N = 83).
Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah total population study.
Alat ukur yang digunakan berupa angket. Item-item dalam angket tersebut
memiliki empat alternatif jawaban dengan kriteria penilaian tertentu yang berdasarkan
modifikasi skala Likert. Setelah data terkumpul maka dilakukan analisis dengan
menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson pada SPSS for windows versi
10.00
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan-kemampuan
kecerdasan emosional secara bersama-sama mempunyai hubungan yang sangat signifikan
dengan resolusi konflik interpersonal secara kolaboratif (r = 0. 711, p = 0.01).
Kemampuan bekerja sama dengan orang lain merupakan kunci utama untuk resolusi
konflik interpersonal secara kolaboratif Mengingat pentingnya resolusi konflik
interpersonal secara kolaboratif hendaknya pihak perusahaan selalu menciptakan suasana
kerja yang dapat menunjang meningkatnya kemampuan kerjasama untuk beradaptasi
(adaptable) terhadap perubahan dan tantangan. Selain faktor kecerdasan emosional ada
faktor lain yang dapat mempengaruhi resolusi konflik interpersonal secara kolaboratif
seperti komunikasi dan kepemimpinan.