Abstract :
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan salah satu bentuk
organisasi yang ada di lingkungan sekolah. Sama seperti organisasi-organisasi yang
lain, OSIS juga mempunyai kepengurusan dan tugas-tugas untuk tiap
pengurusnya Salah satu hal yang menarik untuk diamati adalah bagaimana
kemampuan para pengurus OSIS tersebut untuk mengambil sebuah keputusan. Ada
banyak hal yang mempengaruhi kemampuan pengambilan keputusan seseorang,
namun dalam penelitian ini hanya akan diteliti hubungan antara konformitas dan selfleadership
dengan kemampuan pengambilan keputusan dengan aspek-aspek sebagai
berikut: Aspek-aspek kemampuan pengambilan keputusan: pendefinisian masalah,
penentuan waktu pengambilan keputusan, pengidentifikasian konsekuensi dari
menunda, penegasan apa yang harus segera dikeluarkan atau diputuskan, membuat
pilihan-pilihan secara keseluruhan, brainstorm solution, analisa pilihan-pilihan,
definisi konsekuensi-konsekuensi masing-masing pilihan, menentukan. pilihan,
mempertimbangkan pilihan dan merencanakan kemungkinan-kemungkinan yang
terjadi. Aspek konformitas yaitu: keinginan seseorang untuk disukai, keinginan
seseorang untuk benar di mata Orang lain dan kesadaran atau pemikiran bahwa akan
mendapat penguatan atau persetujuan dari kelompok ketika melakukan tindakan yang
sesuai dengan harapan masyarakat. Sedangkan aspek self-leadership yaitu: strategi-strategi
mengerjakan tugas menjadi menyenangkan, memanfaatkan hadiah alamiah
yang datang dari pelaksanaan tugas, dan memperbaiki pola berpikir.
Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan tiga buah angket kepada
pengurus OSIS SMUK Petra 2, sebanyak 35 siswa. Analisis Data dilakukan dengan
perhitungan statistik analisis regresi.
Hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan
antara konformitas dan self-leadership dengan kemampuan pengambilan keputusan
sebesar 24.7% (Rsquare = 0.247, F = 5.260 dan p = 0.01), sedangkan 75.3%
kemampuan pengambilan keputusan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti: hal-hal
yang tidak bisa diduga dan bagaimana suatu hasil pengambilan keputusan akan
dilaksanakan. Hubungan antara konformitas dengan kemampuan pengambilan
keputusan mempunyai korelasi negatif sebesar 0.453 dengan p=0.03, (semakin tinggi
konformitas, semakin rendah kemampuan pengambilan keputusan dan
sebaliknya),sedangkan hubungan antara self-leadership dengan kemampuan
pengambilan keputusan mempunyai korelasi positif sebesar 0.37 dengan p=0.014
(semakin tinggi self-leadership, semakin tinggi kemampuan pengambilan keputusan
dan sebaliknya)
Dengan demikian jelaslah bahwa ada hubungan antara konformitas dan selfleadership
dengan kemampuan pengambilan keputusan, sehingga salah satu cara
untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan adalah dengan mengurangi
tingkat konformitas dan meningkatkan self-leadership yang dimiliki.