Abstract :
Akhir -akhir ini situasi dunia usaha makin berkembang pesat di Indonesia.
Perusahaan-perusahaan mulai gencar melakukan inovasi-inovasi, baik pada
produk maupun pada cara promosi / pemasaran produknya, agar konsumen mau
memilih produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Inovasi-inovasi, baik
dalam produk maupun cara pemasarannya, bisa dikatakan wajib dilakukan oleh
perusahaan yang ingin tetap dapat bertahan dalam persaingan yang semakin ketat
ini. Tanpa adanya inovasi, maka perusahaan akan tergeser oleh pesaing-pesaingnya.
Sebaliknya, dengan inovasi yang terus menerus, perusahaan akan
mampu bersaing dan bertahan, bahkan memenangkan persaingan. Salah satu
inovasi yang dilakukan oleh PT Narmada Awet Muda adalah mencoba
mendorong perilaku membeli masyarakat terhadap air kemasan Narmada melalui
legenda air awet muda. Oleh karena itu, penelitian ini ingin melihat apakah ada
hubungan antara sikap terhadap legenda dengan perilaku membeli air kemasan
Narmada. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan
tersebut.
Populasi dari penelitian ini adalah masyarakat Lombok yang pernah
melakukan pembelian terhadap air kemasan Narmada. Sampel diambil dengan
teknik incidental sampling, dimana peneliti akan mengambil sampel diambil dari
orang-orang yang ditemui yang pernah melakukan pembelian air kemasan
Narmada dalam jangka waktu tiga bulan terakhir. Sampel akan diambil di daerah
Lombok Barat, baik di daerah sekitar lokasi Narmada, maupun yang berada di
kota, yang jauh dari lokasi sumber air Narmada.
Hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara variabel sikap terhadap
legenda air awet muda Narmada dengan perilaku membeli air kemasan dapat
diterima, dengan nilai r sebesar 0,452 dan p < 0,0 1. Hubungan antara sikap
terhadap legenda air awet muda Narmada dengan perilaku membeli menunjukkan
nilai positif (r = 0,452). Nilai positif ini menunjukkan bahwa semakin baik sikap
konsumen terhadap air Narmada maka semakin besar perilaku mereka dalam
memperhatikan produk tersebut untuk membeli air kemasan Narmada. Begitu
pula sebaliknya semakin negatif sikap konsumen terhadap air Narmada akan
menurunkan perilaku konsumen dalam melakukan pembelian terhadap air
tersebut. Responden penelitian sebagian besar mempunyai sikap yang cukup
positif terhadap air Narmada (60,00%) dan mempunyai perilaku membeli yang
cukup tinggi (62,70%).
Sumbangan variabel sikap terhadap air Narmada dengan perilaku membeli
adalah sebesar sebesar 20,43%. Variabel-variabel lain yang mungkin
mempengaruhi perilaku membeli adalah nilai ekonomis, pengaruh lingkungan,
perbedaan individu, dan proses psikologis.