Abstract :
Koperasi adalah badan usaha yang memiliki sifat kekeluargaan yang
pembentukannya pun didasarkan pada pola kehidupan masyarakat Indonesia yang
didasarkan pada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 seperti tercantum pada pasal
33 ayat ( 1) yang berbunyi "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan
atas asas kekeluargaan".
Pengurus koperasi merupakan salah satu sumber daya manusia dalam organisasi
internal koperasi. Menurut Sastraadmadja (1985) pengurus merupakan personafikasi
badan hokum koperasi yang dipilih oleh anggota, untuk mengelola koperasi. Jadi
anggota mempercayakan mati hidup koperasi kepada pengurus melalui rapat anggota.
Namun kepercayaan kurang dijaga, sehingga kinerja pengurus koperasi cenderung
menurun. Misalnya kinerja pengurus KUD X Sidoarjo selama lima tahun cenderung
menurun.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara
perceived distributive justice dengan kinerja pada KUD X Sidoarjo. Subjek penelitian
ini pengurus KUD X Sidoarjo dengan jumlah 30 orang. Teknik pengambilan data
menggunakan metode angket dan dokumentasi. Sedangkan analisa data menggunakan
analisa korelasi product moment karl pearson yang dibantu dengan program komputer
SPSS for Windows versi 10. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara
perceived distributive justice dengan kinerja pada KUD X Sidoarjo. Koefisien korelasi
antara perceived distributive justice dengan kinerja sebesar 0,441 dengan p = 0,015 ( p
< 0,05 ). Dengan demikian hipotesa yang menyatakan ada hubungan perceived
distributive justice dengan kinerja dapat diterima, karena didukung oleh hasil
penelitian.