Abstract :
Saat ini kerja lembur sudah tidak asing lagi, terutama untuk memenuhi permintaan
produksi yang tidak dapat dipenuhi oleh jadwal kerja yang tetap. Adanya kebutuhan hidup
yang harus dipenuhi merupakan pendorong penting yang menjadi sebab manusia bekerja.
Dari hasil studi pendahuluan, diketahui penyebab kerja lembur berasal dari dua faktor, yaitu
faktor yang berasal dari pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja, meliputi: target perusahaan,
penyelesaian pekerjaan, dan faktor yang berasal dari pekerja, meliputi penghasilan tambahan,
pengalaman kerja. Dari hasil studi pendahuluan juga diketahui dampak yang timbul dari kerja
lembur, yaitu dampak positif berupa: penghasilan bertambah, kepuasan kerja, pengalaman
kerja bertambah, dan dampak negatif betupa: kelelahan kerja, kurang bergairah dalam
melakukan pekerjaan, kejenuhan kerja, konsentrasi berkurang.
Bentuk penelitian ini adalah kualitatif, dengan paradigma interpretif atau
fenomenologis, bertujuan untuk mengembangkan pemahaman terhadap suatu fenomena kerja
lembur. Subjek penelitian ini adalah pekerja PT. Wijaya Indonesia Makmur Bicycle
Industries wilayah Gedangan, dengan total responden berjumlah empat orang. Metode
pengambilan datanya menggunakan angket terbuka dan didukung oleh wawancara sebagai
metode yang utama. Metode analisis data mengacu pada analisis induktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan ada empat faktor penyebab kerja
lembur yang berasal dari faktor pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja dan satu faktor yang
berasal dari pekerja yang bermuara pada faktor penyebab utama, yaitu target perusahaan.
Faktor pekerjaan tersebut adalah mesin, pekerja, waktu kerja, dan beban kerja. Sedangkan
faktor pekerja adalah motivasi.
Dari hasil penelitian juga ditemukan ada tiga dampak yang berpengaruh akibat kerja
lembur, yaitu kepuasan kerja, kelelahan kerja, dan kendala. Kepuasan kerja tersebut meliputi
kepuasan akan pekerjaan yang dilakukan, penghasilan, dan pengalaman kerja. Kelelahan
kerja akibat kerja lembur meliputi kelelahan fisik dan kelelahan mental (menimbulkan
kejenuhan dan berkurangnya konsentrasi kerja). Sedangkan kendala akibat kerja lembur
berpengaruh terhadap pribadi pekerja itu sendiri, keluarga, dan masyarakat. Dari ketiga faktor
dan sub faktor dampak kerja lembur tersebut berpengaruh terhadap gairah atau semangat
kerja sebagai faktor pendorong dan penunjang kinerja.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa antara pekerja pria dan perempuan yang
sudah berkeluarga tidak terdapat perbedaan sikap terhadap kerja lembur. Tidak adanya
perbedaan sikap terhadap kerja lembur ini, menunjukkan bahwa umumnya mereka
mempunyai kecenderungan untuk mau bekerja lembur.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada perusahaan dalam
memperbaiki sistem kerjanya terutama dalam hal kerja lembur serta dapat meningkatkan
kepuasan kerja pekerja yang melakukan kerja lembur dan meminimalisir kelelahan kerja.