Abstract :
Dekade ini adalah dekade yang penuh tantangan bagi para pengusaha ritel.
Segala kemajuan yang terjadi, terutama di bidang teknologi dan kesempatan
berusaha, membawa dampak semakin sengitnya persaingan antar pengusaha ritel.
Kota Manokwari adalah salah satu kota berkembang di Papua juga
berkembang di bidang ritel. Dengan jumlah toko yang semakin banyak berdampak
terjadinya persaingan antar toko dalam menarik konsumen. Menciptakan dan
mempertahankan citra toko yang positif dimata konsumen adalah salah satu kunci
sukses retailer. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap seberapa jauh peran citra
toko di Manokwari Papua di mata dan benak para konsumennya.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen toko X, Y dan
Z yang ditemui peneliti pada saat mereka datang dan berbelanja. Berusia minimal 15
tahun dengan pendidikan terakhir SMP. Sample sejumlah 400, masing-masing untuk
toko X sebanyak 134 sampel, toko Y sebanyak 133 sampel dan toko Z sebanyak: 134
sampel, diambil dengan teknik incidental sampling. Pengambilan data menggunakan
kuesioner yang diadaptasi langsung dari Journal of Marketing Theory and Practice
Spring 1998, Vol. 6, No.2 halaman 72-86 (Jhinuk Chowdhury, James Reardon, dan
Rajesh Srivastava ) yang terdiri dari 5 komponen yaitu : layanan karyawan, kualitas
barang, atmosfir ( suasana ), kenyamanan dan harga. Data yang didapat, diuji validitas
dan reliabilitasnya, kemudian dihitung mean-nya lalu hasilnya dimasukkau dalam
tabel perbandingan. Sedangkan data demografis diolah ke dalam tabulasi silang.
Hasil dari penelitian ini adalah, pertama, citra toko yang paling positif adalah
toko X dengan nilai mean total store image yang paling rendah yaitu 2,92, kemudian
toko Z dengan nilai mean total store image 2,67 dan toko Y dengan nilai mean total
store image 3,97. Dan kedua, data demografis dimana mayoritas jenis kelamin
konsumen toko di Manokwari adalah perempuan ( 62% ), mayoritas usia konsumen
toko di Manokwari adalah 21-25 tahun (25%), mayoritas pendidikan terakhir
konsumen toko di Manokwari adalah SMA (50%), mayoritas pendapatan konsumen
toko di Manokwari adalah >Rp 600.000-900.000/bulan (34,8%), mayoritas
pengeluaran konsumen toko di Manokwari adalah kurang dari Rp 300 .000/bulan
(39%), mayoritas gaya hidup konsumen toko di Manokwari adalah strivers (29,8°/o).
Dengan mengetahui hasil penelitian, maka implikasi dari penelitian ini adalah
(a) mempertahankan atau memperbaiki citra toko yang dimiliki masing-masing toko
yang diteliti (b) bagi peritel baru, agar mempersiapkan diri dengan strategi pemasaran
yang solid dan efektif dengan tidak melupakan peranan citra toko.