Abstract :
Seorang ibu yang bekerja bertujuan untuk mencari kesejahteraan materi yang pada
akhirnya akan beroleh kesejahteraan afektif. Kesejahteraan afektif ini dapat
berkurang karena konflik kerja-keluarga, yaitu konflik di tempat kerja
mempengaruhi kehidupan keluarga, ataupun sebaliknya konflik di keluarga
mempengaruhi kinerja di tempat kerja, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan
waktu dan ketegangan yang dialami oleh ibu pekerja tersebut. Seorang ibu pekerja
memiliki orang-orang terdekat seperti suami, atasan, dan rekan kerja yang dapat
memberikan dukungan, berupa dukungan emosional, instrumental, informatif, dan
penilaian. Dengan adanya dukungan ini dapat meningkatkan kesejahteraan afektif
ibu pekerja
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara
dukungan sosial dan konflik kerja-keluarga dengan kesejahteraan afektif pada ibu
pekerja. Subjek penelitian ini adalah karyawati PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk Kantor Cabang Wilayah V Semarang sebanyak 34 orang. Untuk
mengungkap hal ini peneliti menggunakan angket. Untuk pengujiannya
menggunakan analisa regresi berganda.
Hasil yang diperoleh sebagai berikut : ada hubungan yang sangat signifikan
anatara dukungan sosial dan konflik kerja-keluarga dengan kesejahteraan afektif
pada ibu pekerja (F = 16.713, R = 0.720, p < 0.01). Nilai r par untuk dukungan
sosial dengan kesejahteraan afektif pada ibu pekerja adalah r = 0.644, p < 0.01,
artinya semakin tinggi dukungan yang diberikan maka semakin tinggi pula
kesejahteraan afektif yang dirasakan ibu pekerja. Nilai r par untuk konflik kerjakeluarga
dengan kesejahteraan afektif pada ibu pekerja adalah r = -0.522, p <
0. 01, artinya semakin rendah konflik yang dialami maka semakin tinggi
kesejahteraan afektif yang dirasakan oleh ibu pekerja. Dari hasil penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa walaupun seorang ibu pekerja mengalami konflik kerja keluarga,
namun jika di sisi lain dia beroleh dukungan sosial yang cukup, maka ibu
pekerja tersebut tetap dapat merasakan kesejahteraan afektif yang tinggi.
Saran yang dianjurkan untuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor
Wilayah V Semarang adalah agar para karyawati tetap dapat mempertahankan
suasana saling memberikan dukungan dan menggalakkan sikap saling memberi
bantuan nyata satu sama lain, serta agar program dan kebij akan, serta desain
pekerjaan difokuskan pada pengurangan tekanan di tempat kerja. Untuk penelitian
selanjutnya agar dilakukan penelitian terhadap variabel-variabel lain yang
berkaitan dengan variabel yang diteliti, antara lain kecenderungan untuk turnover,
hasil kinerja, kepuasan keluarga, kepuasan pernikahan, symptom fisik/somatik,
depresi, dan lain sebagainya (Allen, et al). Demikian juga untuk jumlah dan jenis
kelamin bisa diperluas agar hasilnya dapat lebih digeneralisasi dan juga untuk
melihat perbedaan antara suami/ayah dan istri/ibu yang bekerja.