Abstract :
Kepercayaan adalah sikap yang dinyatakan sebagai pengharapan optimistik
kepada orang lain dalam melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan kepentingan
orang yang memberi kepercayaan (Hosmer, 1995). Kepercayaan kepada individu
terbentuk atas aspek integritas, kompetensi, konsistensi, kesetiaan, dan keterbukaan.
Bass (1998) menyatakan seorang pemimpin transformasional akan membangkitkan
pada diri pengikutnya: kepercayaan, kekaguman, loyalitas dan rasa hormat pada
pemimpinnya dan mereka akan termotivasi untuk melaksanakan pekerjaan mereka
lebih daripada yang diharapkan. Pemimpin transformasional memiliki kharisma,
rangsangan intelektual, perhatian yang diindividualkan, dan inspirasi motivasi kepada
anggotanya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan
transfonnasional dengan tingkat kepercayaan (trust) anggota. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling.
Subjek (N = 42) penelitian ini adalah karyawan pabrik rokok PT.X di Malang yaitu
staf yang telah menjadi karyawan tetap dan telah bekerja di PT.X minimal 2 tahun.
Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner kepemimpinan transformasional -
transaksional dan kuesioner kepercayaan anggota, selain itu digunakan juga data
identitas subjek. Analisis statistik dilakukan dengan analisis korelasi Product Moment
dari Karl Pearson melalui program SPSS (Statistical Program for Social Science) seri
11.00.
Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa ada korelasi yang sangat signifikan
antara kepemimpinan transformasional dengan tingkat kepercayaan anggota (r =
0,488; Fo = 12,490; p S 0,01). Hal ini berarti bahwa semakin transformasional
seorang pemimpin maka semakin tinggi tingkat kepercayaan anggota. Kepemimpinan
transformasional menyumbangkan 23 % pada tingkat kepercayaan anggota, berarti
masih ada 77 % varibel lain yang juga berpengaruh pada tingkat kepercayaan
anggota.
Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diajukan adalah agar para
pemimpin berupaya menampilkan gaya kepemimpinan transformasional supaya
anggota dapat membangun sikap percaya terhadap pemimpin maupun perusahaan.
Bagi para karyawan dapat lebih meningkatkan kepercayaan dengan berinteraksi
dengan pemimpin dan melibatkan diri dalam pekerjaan agar dapat terus memberikan
sumbangan bagi pencapaian tujuan perusahaan yang ingin dicapai.