Abstract :
Sering orang beranggapan bahwa karyawan yang melakukan kerja lembur
dilatarbelakangi oleh adanya upah tambahan. Memang uang merupakan hal yang penting
bagi kehidupan manusia, namun saat ini uang bukanlah satu-satunya pendorong bagi
manusia untuk bekerja terutama untuk melakukan kerja lembur. Dari hasil studi
pendahuluan, diketahui penyebab kerja lembur berasal dari dua faktor yaitu faktor
internal (berasal dari pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan meliputi target perusahaan,
penyelesaian pekerjaan, perbaikan hasil kerja), dan faktor eksternal (berasal dari
karyawan meliputi penghasilan tambahan, pengalaman kerja). Dari hasil studi
pendahuluan juga diketahui dampak yang timbul dari kerja lembur, yaitu dampak positif
(berupa kepuasan kerja, penghasilan bertambah, pengalaman kerja bertambah), dan
dampak negatif (berupa kelelahan kerja, berkurangnya gairah kerja, kejenuhan ketja,
berkurangnya konsentrasi kerja).
Bentuk penelitian ini adalah kualitatif eksploratif, bertujuan untuk menggali lebih
dalam tentang faktor-faktor penyebab dan dampak kerja lembur. Populasi penelitian ini
adalah karyawan bagian teknik yang melakukan kerja lembur di CV. Nasional Agung
Jaya. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik random sampling, dengan total
sampel berjumlah 30 orang. Metode pengambilan datanya menggunakan angket terbuka
dan didukung oleh wawancara.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan ada lima faktor penyebab
kerja lembur yang berasal dari faktor internal dan satu faktor penyebab eksternal, yang
bermuara pada faktor penyebab utama yaitu target perusahaan. Faktor internal tersebut
adalah mesin, pekerja, waktu kerja, beban kerja, dan kualitas hasil kerja. Sedangkan
faktor eksternal adalah motif Namun hasil penelitian inipun masih harus dipertanyakan
apakah memang benar bahwa faktor penyebab utamanya adalah target perusahaan dan
bukan faktor penyebab yang lain.
Dari hasil penelitian juga ditemukan ada tiga dampak yang berpengaruh akibat
kerja lembur, yaitu kepuasan kerja, kelelahan kerja, dan kendala. Kepuasan kerja tersebut
meliputi kepuasan akan pekerjaan yang dilakukan, penghasilan, dan pengalaman kerja.
Kelelahan kerja akibat kerja lembur meliputi kelelahan fisik dan kelelahan mental
(menimbulkan kejenuhan dan berkurangnya konsentrasi kerja). Sedangkan kendala akibat
kerja lembur berpengaruh terhadap pribadi karyawan itu sendiri, keluarga, dan
masyarakat. Dari ketiga faktor dan sub faktor dampak kerja lembur tersebut berpengaruh
terhadap gairah atau semangat kerja sebagai faktor pendorong dan penunjang kinerja.
Dengan demikian berdasarkan temuan beberapa faktor penyebab dan dampak
kerja lembur maka dapat diajukan pertanyaan penelitian pokok yaitu apakah ada
hubungan antara sikap terhadap perancangan kerja lembur dan kesehatan kerja. Adapun
hipotesis yang dapat disumbangkan adalah ada hubungan antara sikap terhadap sistem
perancangan kerja lembur dan kesehatan kerja, makin positif sikap terhadap sistem
perancangan kerja lembur semakin meningkat kesehatan kerja karyawan.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada perusahaan
dalam memperbaiki sistem kerjanya terutama dalam hal kerja lembur serta dapat
meningkatkan kepuasan kerja karyawan yang melakukan kerja lembur dan meminimalisir
kelelahan kerja. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menimbulkan penelitian
lanjutan yang bersifat kuantitatif dengan menghubungkan antara kepuasan kerja dan
kelelahan kerja pada karyawan yang melakukan kerja lembur.