Abstract :
Baru-baru ini banyak bermunculan produk-produk makanan dan minuman
kesehatan, dan juga produk diet atau produk untuk membantu menurunkan berat
badan. WRP (Weight Reduction Program) merupakan salah satu dari produk diet,
yang terdiri dari berbagai macam produk dan sekaligus merupakan program untuk
menurunkan berat badan.
Untuk mengikuti suatu program bahkan untuk mematuhinya tidaklah
semudah yang dibayangkan, demikian pula bila hal itu harus dilakukan dalam
jangka waktu yang cukup panjang dan mengubah kebiasaan atau pola makan.
Menurut Laventhal (1984) dan Sarafino (1990), menyatakan bahwa persepsi dan
dukungan sosial yang dirasakan memiliki pengaruh terhadap perilaku kepatuhan.
Perilaku kepatuhan merupakan perilaku yang menunjukkan suatu kerjasama atau
melaksanakan aturan dan nasehat yang diberikan untuk memiliki sikap-sikap yang
pasti, dengan kerelaan akan adanya perubahan dalam perilaku dan rutinitas seharihari.
Dari sini maka akan di uji apakah persepsi terhadap program WRP dan
dukungan sosial yang dirasakan konsumen memiliki pengaruh terhadap perilaku
kepatuhan konsumen selama mengikuti program WRP.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik accidental
sampling, yaitu sebanyak 84 orang. Data diperoleh dengan menggunakan angket.
Angket yang disebarkan terdiri dari angket perilaku kepatuhan, angket persepsi
terhadap program WRP, dan angket dukungan sosial yang dirasakan konsumen.
Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan teknik korelasi parsial dan
analisis regresi berganda.
Dari hasil analisis data diperoleh bahwa hipotesis mayor diterima yaitu
persepsi terhadap program WRP dan dukungan sosial yang · dirasakan memiliki
pengaruh yang sangat signifikan terhadap perilaku kepatuhan konsumen dalam
mengikuti program WRP (F=23.939 dan p< 0.001). Sumbangan efektif yang
diberikan persepsi terhadap program WRP dan dukungan sosial yang dirasakan
terhadap perilaku kepatuhan sebesar 37.2%. Sisanya dipengaruhi oleh faktor yang
lain, yaitu ciri-ciri individual dari konsumen. Ciri-ciri individual tersebut antara
lain: jenis kelamin, suku bangsa, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan
konsumen.