Abstract :
Suatu perusahaan yang karyawannya tidak bergolak dalam menuntut haknya
bukan berarti bahwa karyawan merasa puas dengan pekerjaannya. Agar kebutuhan
karyawan dapat terpenuhi maka perusahaan harus mengetahui apa yang menjadi faktor
pendorong karyawan untuk bekerja (Motivator factor) dan kondisi yang
mempengaruhinya (Hygiene factor). Kepuasan kerja sangat mempengaruhi produktivitas
dari karyawan.
Disini yang akan dilihat adalah bagaimana hubungan keyakinan peran gender dan
kepuasan kerja. Pandangan perempuan terhadap keyakinan peran yang dijalani dalam
kehidupan masyarakat ada yang berpandangan egaliter ada juga yang berpandangan
tradisional. Perempuan dengan pandangan egaliter cenderung puas terhadap pekerjaan
karena bekerja adalah suatu pengekspresian diri dan aktualisasi diri sedangkan
perempuan dengan pandangan tradisional cenderung rendah kepuasan kerjanya karena untuk bekerja di luar rumah merupakan beban tersendiri.
Sampel penelitian yang digunakan adalah karyawati Bank CNB Bandung dan
Surabaya, yang memenuhi karakteristik : telah menikah, bekerja antara 8 - 9 jam perhari,
telah bekerja di perusahaan minimal 1 tahun, suami memiliki pekerjaan tetap. Sesuai
karakteristik subyek yang ditentukan, diperoleh jumlah sample penelitian sebanyak 30
orang.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur berupa angket
berdasarkan skala sikap dari Likert yaitu angket Kepuasan Kerja untuk mengukur
seberapa besar kepuasan kerja yang dirasakan oleh responden, kepuasan kerja disini
menggunakan teori Herzberg. Untuk mengukur seberapa besar keyakinan peran gender
yang dirasakan responden digunakan angket dengan skala Likert, angket ini merupakan
adaptasi dari Spence, Helmreich & Stapp dalam The Personal Attributes Quisionnaire.
Data dianalisis dengan menggunakan korelasi product moment.. Berdasarkan
pengolahan data dapat diambil kesimpulan terdapat hubungan antara keyakinan peran
gender dan kepuasan kerja.
Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan semakin tinggi keyakinan peran
gender maka semakin tinggi pula kepuasan kerjanya, hal ini dapat dilihat dari hasil r
sebesar 0,678 dan p 0,001. Kepuasan kerja terbagi atas dua aspek yang dihubungkan
dengan keyakinan peran gender.
1. Ada korelasi antara hygiene factor dengan keyakinan peran gender dimana
nilai r sebesar 0,636 dan p 0,001.
2. Ada korelasi motivator factor dengan keyakinan peran gender sebesar 0,552
dan p sebesar 0,002.