Abstract :
Nilai dan makna yang lahir dari suatu proses belajar mencerminkan
bagaimana suatu nilai dan makna itu diperoleh, begitu juga dengan budaya. Budaya
yang dikenal adalah adat-istiadat, padahal banyak sekali aspek yang ada di dalam
suatu budaya tersebut misalnya: Suatu pola pikir dan cara pandang yang dihasilkan
oleh seseorang, dimana hal ini juga mencerminkan pengalaman budaya yang di
miliki. Budaya Jawa dan budaya Madura adalah dua budaya yang berbeda dan
mungkin sangat bertolak belakang. Budaya Jawa yang sangat terkenal
sungkan/nerimo dan budaya Madura yang lebih terkenal keras menimbulkan pola
perilaku membeli dan loyalitas yang berbeda. Penelitian ini mengkaji fenomena yang
terjadi di dalam masyarakat petani yang pada intinya ingin mencari jawaban apakah
benar terdapat perbedaan Brand Loyalty suatu produk apabila ditinjau dari dua
kebudayaan yang berbeda ini. Penelitian ini juga untuk mencari jawaban pertanyaan
pola pikir dan cara pandang budaya seperti apa yang mempengaruhi pola perilaku
konsumen didalam loyalitasnya terhadap suatu merek. Penelitian ini menggunakan
kuantitatif dan kualitatif Peneliti menggunakan dua pendekatan ini untuk
menggambarkan realitas dan fenomena yang terjadi di dalam masyarakat sosial pada
umumnya dan pada masyarakat petani pada khususnya. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara petani Jawa dan Madura terhadap
loyalitas merek. Latar belakang budaya merupakan indikasi adanya pengaruh yang
kuat terhadap perbedaan loyalitas merek ini.