Abstract :
Masalah kesehatan dan keselamatan kerja di Indonesia masih perlu
dibenahi mengingat jumlah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja
meningkat dari waktu ke waktu. Salah satu penyebab adalah rendahnya motivasi
keselamatan karyawan (safety motivation) ketika bekerja, yaitu motivasi karyawan
untuk melaksanakan pekerjaan secara aman, selamat dan tidak berbahaya, yang
diukur dari tingkat kepatuhan dan partisipasi dalam hal keselamatan.
Faktor yang dapat menyebabkan tinggi rendahnya motivasi keselamatan
karyawan diantaranya adalah dukungan dari supervisor dan rekan kerja.
Dukungan supervisor merupakan tingkat dimana supervisor atau atasan
menghargai kontribusi karyawan dan perhatian terhadap kesejahteraannya.
Dukungan rekan kerja mengacu pada dukungan yang diberikan oleh individu yang
memiliki posisi yang sama dengan seorang karyawan di organisasinya dan
menunjukkan bahwa individu tersebut diperhatikan kesejahteraannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara
dukungan supervisor dan dukungan rekan kerja terhadap motivasi keselamatan.
Subyek pada penelitian ini adalah karyawan operator filler dan washer yang sudah
bekerja di perusahaan lebih dari satu tahun. Data motivasi keselamatan, dukungan
supervisor dan dukungan rekan kerja diungkap melalui angket. Analisis data yang
dilakukan adalah analisis regresi untuk hipotesis mayor dan korelasi parsial untuk
hipotesis minor.
Hasil analisis data dari 44 responden ditemukan F = 1 ,291 dan p = 0,286
dimana p > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan
supervisor dan dukungan rekan kerja dengan motivasi keselamatan. Tidak ada
hubungan yang signifikan antara dukungan supervisor dengan motivasi
keselamatan dengan nilai t = 1,509 dan p = 0,139 dengan p > 0,05. Tidak ada
hubungan yang signifikan antara dukungan rekan kerja dengan motivasi
keselamatan dimana ditemui t = 0,032 dan p = 0,975 dengan p > 0,05. Hal ini
berarti hipotesis mayor, hipotesis minor pertama dan hipotesis minor kedua yang
telah diajukan tidak didukung oleh data-data penelitian.
Hal ini disebabkan karena sikap individu yang masih rendah terhadap
keselamatan kerja, sehingga dukungan yang diberikan lingkungan menjadi kurang
bermakna terhadap pembentukan perilaku.
Untuk penelitian selanjutnya disarankan melihat aspek individu terhadap
keselamatan kerja untuk melihat pengaruh lingkungan terhadap motivasi
keselamatan. Selain itu juga dapat menggunakan faktor lain selain dukungan
supervisor dan dukungan rekan kerja, seperti persepsi terhadap alat pelindung diri,
peran manajemen, tingkat insentif (reward) dan lain-lain untuk lebih mendapat
gambaran mengenai terbentuknya perilaku keselamatan.