Abstract :
Setiap manusia akan mengalami perubahan secara fisik sejalan dengan
bertambahnya usia. Dalam kehidupan seorang wanita menopause membawa
perubahan fisik. Wanita yang tidak siap menghadapi perubaban tersebut dapat
mengalami stres dan depresi ( Bagus, 1998). Salah satu dampak menopause adalah
timbulnya stres. Kondisi stres tersebut mempengaruhi respon imun tubuh seseorang.
Pada saat stress hipotalamus mensyekresi hormon adrenocorticotropin yang
mempengaruhi korteks adrenal untuk mengeluarkan kortikosteroid dan kortisol.
Sedangkan peningkatan kortisol menyebabkan turunnya aktivitas limfosit yang
melawan antigen penyebab penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
apakah menopause menyebabkan perubahan respon imun tubuh. Penelitian ini adalah
penelitian komparatif yaitu membandingkan membandingkan kadar imunoglobulin A
(IgA), imunoglobulin M (lgM) dan kortisol dari hasil pemeriksaan laboratorium
untuk 5 subjek kelompok pra-menopause usia 20-40 tahun dan 5 subjek kelompok
menopause usia 50-60 tahun. Kadar IgA dan IgM digunakan untuk menunjukkan
kondisi imunitas tubuh. Kadar kortisol digunakan untuk menunjukkan adanya
kondisi stres. Untuk menganalisis data digunakan uji perbedaan (Kendall's tau_b).
Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kadar kortisol (Sig.= 0,347)
sebagai indikator stres dan lgA (Sig.== 0.076) antara kelompok menopause dan
kelompok pra-menopause. Adanya perbedaan IgM kemungkinan disebabkan oleh
faktor usia yang semakin meningkat Simpulannya adalah· tidak ada perbedaan
respons imun antara kelompok menopause dengan kelompok pra-menopause. Tidak
adanya perbedaan kemungkinan disebabkan adanya berbagai persiapan ( contohnya
dengan konsultasi pada layanan kesehatan, olah raga, minum jamu) oleh subjek
dalam menghadapi menopause. Selain itu yang menyebabkan tidak adanya perubahan
kemungkinan karena secara umun kondisi kesehatan fisik subjek baik dan secara
psikis kelompok subjek menopause sudah dapat beradaptasi (rata-rata sudah
menopause± 2 tahun). Oleh karena itu masa menopause tidak menyebabkan stress
yang menyebabkan terjadinya peningkatan kortisol sehingga terjadi perubaban sistem
imun.