Abstract :
Perubahan yang terjadi di masyarakat menimbulkan tuntutan-tuntutan baru
terhadap peran yang harus dijalani guru. Tuntutan-tuntutan dan sumber daya yang
diberikan oleh sekolah dapat mempengaruhi preferensi sumber daya guru.
Preferensi sumber daya guru adalah sumber daya-sumber daya yang lebih
diperlukan dan lebih ingin dimiliki oleh guru. Guru-guru yang mengajar di
sekolah yang sama belum tentu memiliki preferensi sumber daya yang sama
karena preferensi sumber daya seseorang dipengaruhi oleh sejarah belajar,
pengalaman, dan kemampuan mental orang tersebut. Diperkirakan tempat
mengajar akan mempengaruhi preferensi sumber daya guru karena tempat
mengajar yang berbeda akan memberikan tuntutan dan sumber daya yang juga
berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan preferensi
sumber daya guru ditinjau dari tempat mengajarnya yaitu sekolah negeri dan
sekolah swasta.
Subjek dalam penelitian ini adalah 55 orang guru yang terdiri guru SMU
swasta favorit, guru SMU negeri favorit, guru SMU swasta non favorit, dan guru
SMU negeri non favorit. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup
untuk mengungkap preferensi sumber daya guru serta angket terbuka dan
wawancara untuk pembanding dengan angket tertutup dan untuk mengeksplorasi
lebih lanjut variabel yang ingin dungkap.
Melalui teknik statistik Goodman dan Kruskal tau diketahui ada
perbedaan yang cukup signifikan antara preferensi sumber daya tertinggi guru
yang mengajar di SMU swasta favorit, SMU negeri favorit, SMU swasta non
favorit, dan SMU negeri non favorit (value=0,060, p(0,099)<0,1). Selain itu juga
diketahui ada perbedaan yang cukup signifikan antara preferensi sumber daya
terendah guru yang mengajar di SMU swasta favorit, SMU negeri favorit, SMU
swasta non favorit, dan SMU negeri non favorit (value=0,079, p(0,059)<0,1).
Perasaan kurang puas karena tidak terpenuhinya sumber daya yang diinginkan
dapat menyebabkan guru merasa frustrasi, cemas, dan apatis terhadap
pekerjaannya. Guru tersebut tidak lagi peduli terhadap tingkah laku siswanya.
Akibatnya timbul kenakalan siswa yang pada akhirnya akan menyebabkan
masyarakat memandang negatif sekolah tempat guru tersebut mengajar. Preferensi
sumber daya guru terhadap cinta dan informasi juga akan semakin menurun
sehingga guru semakin tidak tertantang untuk meningkatkan produktivitasnya
serta mengembangkan ikatan emosional dengan siswa dan rekan kerjanya.