Abstract :
Kecemasan merupakan kekhawatiran umum dan menetap mengenai masa depan yang
tidak pasti dan sebagai reaksi individu terhadap situasi yang mengancam dan dihubungkan
dengan ketidakmampuan untuk menghadapinya. Kecemasan dapat timbul karena berbagai
sebab, salah satunya adalah ketika seseorang mengalami sakit yang tidak dapat disembuhkan
atau dalam kondisi terminal. Pasien terminal memiliki lima tahapan, yaitu penyangkalan,
kemarahan, penawaran, depresi, penerimaan. Salah satu cara untuk menurunkan kecemasan
adalah dengan mendengarkan musik, karena musik dapat meningkatkan ambang batas rasa
sakit seseorang dan menyejukkan hati penderita sehingga dapat mengatasi rasa takut, stress,
dan rasa sakit. Karakteristik subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien
terminal, masih mampu berbicara dan mendengar, tidak mengalami gangguan kesadaran
mental, berusia antara 41-52 tahun. Metode pengambilan data yang digunakan adalah
observasi dan wawancara pada empat subjek. Desain eksperimen dalam penelitian ini adalah
''The One-Group Pretest-Posttest Design (quasi experiment). Sebelum pemberian musik,
tekanan darah dan denyut nadi subjek diukur, kemudian diperdengarkan musik selama 30
menit, setelah itu tekanan darah dan denyut nadi subjek diukur lagi untuk dilihat pengaruh
musik tersebut. Musik yang diperdengarkan adalah musik yang dipilih pasien. Berdasarkan
pengolahan data fisiologis melalui analisis statistik-Wilcoxon Rank Test, ditunjukkan adanya
perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian musik. Pada analisis data
psikologis, berdasarkan hasil wawancara terungkap adanya perubahan respon antara sebelum
dan sesudah pemberian musik. Sebelum musik diberikan subjek cenderung merasa lemas,
tidak enak, bosan di rumah sakit, namun setelah mendengarkan musik subjek cenderung
merasa terhibur, senang, dan damai. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa musik
yang dipilih subjek dapat berpengaruh secara psikologis dan fisiologis; belum tersedianya
fasilitas bagi pasien untuk mendengarkan musik secara individu yang memungkinkan subjek
dapat memilih jenis musik yang disukainya; pasien membutuhkan suatu media atau cara
untuk mengalihkan perhatiannya dari kondisi yang dialaminya.