Abstract :
Depresi dapat menimpa siapa saja tanpa memandang status sosial, ekonomi, suku
bangsa, agama dan kepercayaan, serta tidak mengenal usia. Sejumlah penelitian yang
dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa menunjukkan bahwa wanita mempunyai
kemungkinan mengalami depresi dua kali lebih besar daripada pria. Depresi yang dialami
oleh kaum wanita (khususnya ketika mengalami putus cinta) sangat mempengaruhi rasa
percaya dirinya, karena wanita cenderung menggunakan perasaannya daripada pikirannya
dalam menghadapi suatu masalah. Namun ada beberapa wanita yang dapat menggunakan
pikirannya daripada perasaannya dalam menghadapi suatu masalah dan wanita seperti
itulah yang mampu mengontrol tingkat depresinya sehingga tidak mempengaruhi rasa
percaya dirinya dalam bergaul dengan lingkungannya.
Wanita yang mengalami depresi akibat putus cinta cenderung merasa bersalah,
menganggap dirinya tidak berharga, tidak patut dicintai dan mencintai, hingga akhirnya
membatasi dirinya dalam bergaul terutama dengan lawan jenisnya. Hal ini tidak perlu
terjadi jika seseorang mempunyai konsep diri yang positif, sebab konsep diri dapat
mempengaruhi cara individu dalam berperilaku dan bereaksi terhadap rangsangan
lingkungannya. Konsep diri seseorang tidak muncul begitu saja dengan sendirinya,
melainkan dikembangkan melalui proses belajar dan membutuhkan kehadiran orang lain.
Pada wanita yang mengalami putus cinta cenderung memiliki konsep diri yang negatif
sehingga membuat individu tersebut susah bergaul atau membatasi dirinya dalam bergaul
dengan lingkungannya, dan hal ini akan menyebabkan munculnya depresi. Dengan
demikian, dapat dikatakan konsep diri erat kaitannya dengan depresi. Apabila konsep
diri yang dimiliki oleh seseorang cenderung positif, maka tingkat depresi seseorang
cenderung rendah, sebaliknya konsep diri yang negatif menyebabkan tingkat depresi
seseorang cenderung tinggi.
Populasi penelitian ini adalah mahasiswi Universitas Surabaya yang berusia 21-25
tahun, yang mengalami putus cinta 1-3 bulan terakhir dari pengambilan data, sebanyak 50
subjek penelitian. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan angket, sedangkan teknik analisis datanya
menggunakan product moment dari Pearson.
Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil r = - 0,807 dan p < 0,01 yang berarti
terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan depresi. Hal
ini berarti semakin positif konsep diri yang dimiliki oleh seseorang maka tingkat depresi
yang dialami cenderung rendah, sedangkan semakin negatif konsep diri yang dimiliki
oleh seseorang maka tingkat depresi yang dialami cenderung tinggi. Berdasarkan hasil
perhitungan koefisien determinan diperoleh r2 = 0,651 yang berarti konsep diri
mempunyai pengaruh yang efektif sebesar 65,1% terhadap depresi, dan sisanya 34,9%
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain konsep diri.