Abstract :
Penampilan fisik mempengaruhi cara lingkungan sosial menerima diri seseorang
dan dampak lebih jauh yang dapat ditimbulkan akan mempengaruhi perkembangan
kepribadian individu yang bersangkutan. Kondisi ini juga mengarah pada rasa percaya
diri individu (Fatmawati, 1998).
Melihat masalah tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
mengenai hubungan antara keyakinan terhadap mitos kecantikan dan kepercayaan diri
dengan pemakaian kosmetika pemutih wajah.
Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Psiko1ogi Universitas
Surabaya, berusia antara 21-25 tahun, dan memakai kosmetika pemutih wajah. Penelitian
yang akan dilakukan adalah penelitian korelasi yang bersifat kuantitatif dengan analisa
regresi ganda dan korelasi parsial.
Hasil uji dengan analisa regresi yang dilakukan menunjukkan adanya hubungan
yang signifikan antara keyakinan terhadap mitos kecantikan dan kepercayaan diri dengan
intensitas pemakaian kosmetika pemutih wajah dengan koefisien korelasi ganda sebesar
0,363 dan koefisien determinasi (R square) sebesar 0,132 dengan F reg= 4,95 dan p =
0,014 (p < 0,05). Hasil uji analisa regresi juga menyatakan bahwa ada hubungan yang
signifikan antara keyakinan terhadap mitos kecantikan dan kepercayaan diri dengan
pemakaian kosmetika pemutih wajah dengan koefisien korelasi ganda (R) sebesar 0,369
dan koefisien determinasi (R square) sebesar 0,136 dengan Freg = 4,737 dan p = 0,012 (p
< 0,05).
Penampilan fisik dapat memberikan sumbangan bagi seseorang untuk mendapat
kesempatan dan keuntungan khusus sehingga akan muncul suatu perilaku untuk
memperbaiki penampilan fisik diantaranya adalah dengan memakai kosmetika pemutih
wajah supaya wajah menjadi putih dan menarik. Hal ini mempengaruhi frekuensi dan
intesitas pemakaian kosmetika pemutih wajah.