Abstract :
Penelitian ini menguji pengaruh pelatihan LEAD terhadap peningkatan
kemandirian pada anak tunanetra. Alat pengukur yang digunakan adalah angket
kemandirian untuk mengukur skor kemandirian, angket ARP Quick Take untuk
mengukur tingkat adversity quotient, dan angket QCC untuk mengukur tipe
subjek dalam menghadapi masalah. Subjek penelitian (N=4) adalah anak
tunanetra yang mengalami kebutaan sejak lahir dan tidak memiliki double
handycap. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan
menggunakan two groups pre-test post-test design. Analisis statistika non
parametrik U Mann Whitney- Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan ada perbedaan
yang signifikan antar kelompok kontrol dan eksperimen, namun pada kelompok
eksperimen tidak ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah
diberikan treatment. Analisa data individual menunjukkan pelatihan LEAD pada
kelompok eksperimen dapat meningkatkan skor kemandirian sebanyak dua
tingkat. Didiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakberhasilan
pelatihan LEAD terhadap tingkat kemandirian.