Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih dekat para istri prajurit
TNI-AD pada saat menghadapai ketidakpastian dan harapan ketika ditinggal
suaminya tugas operasi militer ke Nanggroe Aceh Darussalam. Penugasan
operasi militer merupakan penugasan dalam periode waktu tertentu, namun
harus berhadapan dengan ketidakpastian nyawa bagi yang bertugas. Dan ada
fenomena yang muncul dikehidupan para istrinya, dimana mereka harus
mengurus segala kebutuhan dan permasalahan rumah tangga, serta anak-anaknya
tanpa campur tangan suami. Selain itu mereka juga tetap harus
memikirkan dan mengharapkan keadaan suami yang sedang bertugas.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode ini dipilih karena
peneliti ingin mengungkap secara mendalam fenomena kehidupan tersebut, dan
macam-macam permasalahannya.
informan penelitian ini adalah empat orang istri prajurit TNI-AD yang
sedang ditinggal tugas suaminya operasi militer di Nanggroe Aceh Darussalam,
hidup bersama anaknya, bertempat tinggal didalam asrama maupun diluar
asrama.
Hasil penelitian ini menguraikan tentang terciptanya hubungan dengan
keluarga didasarkan pada jarak yang dekat secara fisik (proximity) dan
kemanfaatan (usefulness) yang bisa diperoleh. Urutan keluarga (sibling) dan
gender juga menjadi bahan pertimbangan dalam terciptanya hubungan dengan
keluarga tersebut. Selain itu hubungan dengan tetangga didalam asrama terjadi
pembatasan-pembatasan karena ketidakinginan informan agar masalah
pribadinya tidak tersebar pada tetangga-tetangganya di dalam asrama sehingga
keadaannya menjadi rentan. Di sini juga ada implikasi antara rasa aman dan
kepercayaan (trust).
Tugas operasi militer yang berhadapan pada ketidakpastian nyawa
tersebut membuat para informan melakukan kegiatan religi untuk mengurangi
kekhawatiran dan meningkatkan harapan terhadap keadaan suaminya. Kegiatan
religi itu antara lain shalat tahajud dimalam hari, melakukan dzikir dan
mengaji.
Bagi beberapa informan yang mempercayai ke-ghaib-an (belief),
mencari 'pegangan' untuk suaminya supaya terhindar dari bencana dan
keselamatan selama tugas operasi militer lebih terjamin.