Abstract :
Umumnya individu penyalah guna NAPZA berulang kali mengikuti program rehabilitasi
karena individu belum mampu mengatasi masalah sehari-hari yang tidak ditemui di panti
rehabilitasi. Hal tersebut mungkin dikarenakan individu belum memiliki kesadaran diri sehingga
masih mengalami kesulitan untuk mengubah perilakunya (Higgins, 1993).
Melihat masalah tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai
perkembangan kesadaran diri individu penyalah guna NAPZA di panti Wahana Kinasih. Subjek
dalam penelitian ini adalah penyalah guna NAPZA yang berusia 18-34 tahun dan tinggal di
Wahana Kinasih. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket., interview dan
anamnesa. Penelitian yang akan dilakukan bersifat kuantitatif komparatif Untuk menguji
perubahan perkembangan kesadaran diri pada saat pengukuran pertama dan kedua setelah
diberikan treatment. Digunakan program SPSS for window 11.0 dengan teknik analisis wilcoxon
dan analisis statistik non parametrik.
Hasil uji analisis data secara statistik menunjukkan Z: -0,943 dan p: (0,345) > 0,05: yang
berarti tidak ada perubahan perkembangan kesadaran diri yang signifikan antara pengukuran
pertama dan kedua setelah pemberian treatment. Tidak adanya perubahan perkembangan
kesadaran diri dapat dikatakan bukan karena pemberian treatment yang ada di panti rehabilitasi
tapi dikarenakan peneliti tidak melakukan pengukuran sebelum program tersebut dimulai. Selain
itu pelaksanaan treatment yang ada di panti berlangsung selama ± 7 bulan dan rentang waktu klien
masuk beserta waktu penyembuhan individu penyalah guna NAPZA tidak sama. Sebaliknya, hasil
penelitian menurut data deskriptif ditunjukkan adanya perubahan perkembangan kesadaran diri.
Perkembangan tersebut adalah dapat terlihat bahwa Sl, S3 dan S6 mempunyai skor kesadaran diri
yang tergolong cukup dan tetap (stabil), S4 mempunyai skor kesadaran diri yang tergolong rendah
dan tidak terjadi perubahan pada pengukuran kedua. Hal ini disebabkan S4 baru mengikuti
program treatment selama 1 bulan. Sebaliknya S2 mengalami kenaikan yaitu dari tingkat
kesadaran diri ''cukup" ke "tinggi", S5 mengalami penurunan yaitu dari tingkat kesadaran diri
''cukup" ke '"rendah'"~ karena pada pengukuran kedua kondisi S5 kurang sehat. Penelitian ini juga
menemukan bahwa subjek penyalah guna NAPZA cenderung memiliki kepribadian yang mudah
putus asa, mudah dipengaruhi dan tidak mudah diatur.