Abstract :
Emosi memainkan peranan penting dalam kehidupan manusia, namun
emosi dengan intensitas dan penggunaan pada waktu yang tidak tepat dapat
mengganggu kelangsungan hidup individu itu sendiri maupun dengan orang lain.
Pengekangan emosi yang berlebihan cenderung menghambat sesorang dalam
berpikir jernih, berkonsentrasi, mengingat sesuatu, rasionalitas, produktivitas, dan
daya kreativitasnya. Dengan pelepasan emosi yang baik, seseorang lebih mampu
menyadari emosi apa yang dirasakan, menerimanya agar emosi tersebut
terekspresikan secara konstruktif. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk
menurunkan ketegangan emosi adalah dengan menuliskannya pada buku diary
karena dengan menulis akan membuat seseorang mempunyai cara pandang yang
berbeda terhadap masalah yang sedang dihadapi sehingga tidak terjadi ketegangan
emosi yang tinggi.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi tulis terhadap emosi
pada individu yang kesulitan dalam melepaskan emosi. Emosi yang terus-menerus
dikekang akan berdampak negatif baik secara fisiologis, psikologis maupun pada
perilaku. Alat ukur yang digunakan adalah angket emosi untuk mengukur skor
emosi antara sebelum dan sesudah treatment. Subjek penelitian (N=3) adalah
mahasiswa Universitas Surabaya yang memiliki kesulitan dalam melepaskan
emosi secara verbal.
Desain penelitian yang digunakan two group pre-test dan post-test design.
Hasil analisis statistik non parametrik U-Mann Whitney p(0,825) > a(O, 05)
menunjukkan tidak ada perbedaan skor emosi yang signifikan antara kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis statistik non parametrik Wilcoxon
Signed Ranks p(0,655) > a(0,05) menunjukkan tidak ada perbedaan skor emosi
sebelum dan sesudah diberikan treatment antara pre-test dan post-test pada
kelompok eksperimen. Analisis data individual menunjukkan treatment terapi
tulis pada kelompok eksperimen dapat menurunkan skor emosi.