Abstract :
Penyesuaian diri merupakan hal yang penting bagi setiap individu termasuk
remaja di panti asuhan. Penyesuaian diri dibutuhkan demi kelangsungan hidup dan
pengembangan diri. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa kehidupan di dunia
selalu berubah dan perubahan ini selalu meminta kemampuan dari setiap individu
untuk menyesuaikan diri.
Fenomena yang ada menunjukkan bahwa remaja di panti asuhan memiliki
kemampuan penyesuaian diri yang kurang baik yang ditandai dengan kecenderungan
membatasi diri dalam pergaulan karena merasa minder, tidak percaya diri, iri akan
keberhasilan remaja lain. Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian Hartini (2001)
yang menyebutkan bahwa remaja di panti asuhan memiliki kemampuan penyesuaian
diri yang kurang baik. Berhasil tidaknya individu dalam melakukan penyesuaian diri
dipengaruhi oleh dua faktor yaitu internal ( fisik, herediter, kematangan, psikologis)
dan eksternal (dukungan sosial). Atas dasar tersebut maka penelitian ini dilakukan
dengan tujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara kematangan emosi dan
dukungan sosial ibu pengasuh dengan penyesuaian diri remaja di panti asuhan.
Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di panti asuhan dengan
usia 17-21 tahun sejumlah 30 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik
Korelasi Product Moment dengan menggunakan SPSS 11.0 for windows.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan antara kematangan
emosi dengan penyesuaian diri remaja di panti asuhan (r=0.383, p(0.037) < 0.05). Hal
ini menunjukkan kematangan emosi dibutuhkan oleh remaja di panti asuhan untuk
menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dan peristiwa yang terjadi dalam
kehidupan. Pencapaian kematangan emosi bagi remaja di panti asuhan didukung oleh
lingkungan panti asuhan yang cukup kondusif yaitu melatih remaja untuk hidup
mandiri, belajar bertanggungjawab dan mengambil keputusan sendiri. Hasil analisis
yang lain menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan sosial ibu pengasuh
dengan penyesuaian diri remaja di panti asuhan (r=0.368, p(0.045) < 0.05). Hal ini
menunjukkan bahwa dukungan sosial ibu pengasuh dibutuhkan oleh remaja di panti
asuhan terutama dalam usaha mencapai penyesuaian diri yang baik. Meskipun
demikian, ibu pengasuh bukan satu-satunya significant person bagi remaja di panti
asuhan karena kehadiran teman juga berperan dalam kehidupan mereka.