Abstract :
Permasalahan keterhambatan skripsi pada umumnya dipandang sebagai permasalahan individual namun melalui penelitian ini penulis ingin menawarkan sebuah alternatif cara pandang, yaitu mencoba untuk memandang masalah ini secara lebih mendalam dan struktural untuk menemukan akar permasalahan dari fenomena 'bottleneck? yang terjadi dalam pengerjaan skripsi.
Cara pandang yang digunakan adalah Critical Sosial Science (CSS) yang memandang bahwa individu memiliki kreatifitas dan kemampuan beradaptasi yang tidak disadari karena
terperangkap dalam ilusi dan eksploitasi yang ada di dalam struktur masyarakat. Oleh karena itu penulis berusaha memeriksa interaksi sosial biasa dengan mendetil untuk mengidentifikasikan aturan-aturan yang diciptakan dan diaplikasikan dalam mengkonstruksi relitas sosial dan akal sehat dengan menggunakan etnometodologi.
Melalui penelitian ini penulis melihat bahwa secara sistemik, ada tiga hal yang memiliki
keterkaitan erat dengan permasalahan keterhambatan skripsi ini adalah kurikulum yang kurang mempersiapkan mahasiswa, hubungan antara dosen dan mahasiswa yang timpang. dan sistem penunjang yang kurang memadai. Selain tiga hal di atas, mahasiswa juga mengeluhkan masalah masalah lapangan lain yang dialaminya seperti tidak mendapatkan ijin dari tempat yang ingin diteliti, ataupun mengalami masalah dengan komputer, serta karakteristik mahasiswa sendiri, namun masalah ini tidak dibahas secara mendalam karena bukan merupakan fokus utama dalam penelitian ini. Mahasiswa yang mengalami hambatan dalam pengerjaan skripsi pada akhirnya merasa tidak berdaya untuk menghadapi hambatan tersebut sehingga ia berusaha menghindar dari pengerjaan skripsi tersebut dengan berbagai alasan.