Abstract :
Materi Secondary Key retrieval merupakan salah satu materi dari mata
kuliah Sistem Berkas. Dari hasil wawancara pengajar dapat disimpulkan bahwa
pengajar membutuhkan bantuan atau media pembelajaran untuk membantu proses
belajar mengajar. Selain itu mahasiswa merasa kesulitan untuk dapat memahami
materi secondary key retrieval karena latihan soal yang kurang. Dengan adanya
permasalahan tersebut maka dibuat CAL (Computer Aided Learning) Secondary
Key Retrieval yang dapat membantu proses belajar mengajar.
CAL merupakan media pembelajaran dengan menggunakan komputer
sebagai alat bantu. Sedangkan secondary key retrieval adalah metode pencarian
data bukan berdasarkan nilai unik yang dipelopori oleh Schneiderman dan
Goodman. Selanjutnya dilakukan analisis sistem untuk mengetahui kebutuhan
sistem dengan menyebarkan kuisioner kepada mahasiswa dan melakukan tanya
jawab dengan para pengajar. Kebutuhan sistem yang diperlukan adalah : sistem
harus dapat menvisualisasi materi, sistem harus dapat membantu pengajar untuk
mengajar. Setelah kebutuhan sistem diketahui maka dilakukan desain sistem
untuk merancang program yang akan dibuat dan kemudian melakukan
implementasi dari desain yang dibuat ke dalam perangkat multimedia.
Proses ujicoba dan evaluasi dilakukan setelah program selesai dibuat.
Ujicoba dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama merupakan tahap verifikasi,
dimana dalam tahap ini dilakukan pemeriksaan seluruh fasilitas yang ada dan
memastikan bahwa program yang dibuat telah bebas dari kesalahan. Sedangkan
dalam tahap validasi dilakukan pemeriksaan program, apakah program yang
dibuat telah benar dan mencapai tujuannya. Tahap ini dilakukan dengan cara
membentuk dua kelompok mahasiswa, dimana kedua kelompok akan diberikan
materi mengenai secondary key retrieval setelah itu kedua kelompok akan diuji
bersama-sama. Kelompok pertama menggunakan cara yang selama ini berjalan
dan kelompok kedua menggunakan perangkat lunak CAL. Kemudian kedua
kelompok tersebut dibandingkan dan dianalisis dengan menggunakan uji statistik.
Selain itu juga dilakukan penyebaran kuisioner pada pengajar dan mahasiswa.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah CAL Secondary Key Retrieval
menyajikan materi dengan pembahasan per sub materi dengan jelas. Selain itu,
CAL membantu mahasiswa dalam memahami materi secondary key retrieval
tersebut. Sedangkan saran untuk pengembangan perangkat lunak yaitu membuat
perangkat lunak CAL secondary key retreival ke dalam aplikasi berbasis web.