Abstract :
Untuk suatu perhitungan matematis yang sulit, komputer dapat diprogam
sehingga dapat dengan mudah melakukan perhitungan dibandingkan dengan
manusia. Misalkan seseorang untuk mengenali huruf "A" atau membedakan
gambar burung dengan gambar kucing, dapat langsung mengelompokan pola-pola
(patem) yang hampir sama. Hal ini dapat dilakukan manusia hanya dengan
berdasar pengalaman dan pola pikirnya. Berdasarkan keadaan tersebut,
dikembangkan suatu jaringan yang memiliki konsep mirip dengan jaringan syaraf
manusia. Jaringan tersebut dapat dilatih, yang pada akhirnya dapat mengambil
keputusan seperti yang dilakukan oleh otak manusia. Jaringan tersebut disebut
Jaringan Syaraf Timan (JST) merupakan suatu metode komputasi yang cara
kerjanya meniru cara kerja dari jaringan syaraf manusia melalui suatu proses
belajar atau pelatihan.
Pengenalan pola sidik jari merupakan salah satu jenis permasalahan dari
pengenalan pola yang dapat diselesaikan dengan menggunakan JST. Pada
pengenalan sidik jari proses yang dilakukan bertujuan untuk mengenali suatu
gambar sidik jari yang tidak dilatih dengan cara mencocokan gambar sidik jari
tersebut dengan gambar sidik jari yang sebelumnya telah dilatih. Gambar yang
telah dilatih merupakan gambar sidik jari penyusun JST dimana data gambar sidik
jari yang telah dilatih tersebut tersimpan dalam database. Sebelum suatu gambar
sidik jari dilakukan proses pelatihan terlebih dahulu, dilakukan proses pengolahan
gambar yaitu dengan pengubahan warna grayscale, ukuran piksel, deteksi tepi dan
ekstrasi.
Pada tugas akhir ini selain proses pengolahan gambar juga terdapat proses
pelatihan yang dilakukan dengan menggunakan JST model multilayer perceptron
karena banyak layer yang akan dilatih. Percobaan pada perangkat lunak ini
dilakukan dengan menggunakan data bobot yang dilatihkan. Hasil uji coba
menunjukan bahwa perangkat lunak yang dibuat dengan model JST model
multilayer perceptron dapat mengenali gambar sidik jari dengan tingkat
keberhasilan yang bagus.