Abstract :
Pendidikan prasekolah merupakan pendidikan yang bertujuan untuk
membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik diluar
lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar. Salah satu kemampuan
yang penting untuk dikembangkan pada anak prasekolah adalah kemampuan anak
dalam memahami sesuatu hal. Proses pemahaman yang terjadi di sekolah
dipengaruhi oleh bagaimana cara guru menyampaikan materi. Cara penyampaian
materi yang selama ini banyak dilakukan oleh guru praseko1ah adalah dengan cara
Auditori- Visual yaitu penyampaian materi dengan menggunakan bahasa verbal
dan gambar-gambar, baik dalam memberikan materi pelajaran, maupun dalam
mengajukan pertanyaan. Namun, ternyata ketika guru memberikan pertanyaan
perihal materi yang bersangkutan, sebagian dari siswa tersebut berkata "tidak
tahu", "lupa", ataupun diam tidak menjawab. Menurut Suryabrata (1990) bagi
anak-anak terutama prasekolah, peranan panca indera (sensoris) dalam menerima
pendidikan atau belajar bersifat menentukan. Ada beberapa cara dalam
penyampaian materi secara modalitas sensoris seperti melalui Auditori- Visual,
Auditori- Kinestetik dan Auditori- Visual- Kinestetik. Penelitian ini dilakukan
untuk melihat perbedaan pemahaman materi antara cara penyampaian materi
secara Auditori- Visual, Auditori- Kinestetik dan Auditori- Visual- Kinestetik
pada anak prasekolah.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa TK Mekar Sari, di JL
Manyar Tirtomoyo VIII/ 1. Surabaya. Dengan teknik Purposive, yang menjadi
sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas besar (TK B), berusia 5-6 tahun
yang berjumlah 36 siswa. Jumlah sampel penelitian yang berjumlah 36 siswa
dibagi secara random menjadi tiga kelompok, yaitu: Kelompok yang mendapat
penyampaian materi secara Auditori-Visual sebanyak 12 siswa, secara Auditori Kinestetik
sebanyak 12 siswa dan secara Auditori-Visual-Kinestetik sebanyak 12
siswa. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah Anava satu arah
Hasil Penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan pemahaman materi
secara signifikan antara cara penyampaian materi secara Auditori- Visual,
Auditori- Kinestetik, dan Auditori- Visual- Kinestetik dengan nilai F= 0.500 dan
p= 0.611 (p> 0.05).