Abstract :
Rendahnya nilai matematika yang pada umumnya disertai dengan ketidaksukaan
siswa pada pelajaran tersebut seakan-akan telah menjadi mitos. Matematika menjadi
pelajaran yang menakutkan bagi sebagian siswa, yang pada akhirnya siswa
mempersepsikan guru pengajar matematika menjadi identik dengan penyebab
ketegangan, kekakuan., dan tidak toleran dalam suasana belajar di kelas serta anggapan
tidak mampu mengajar dengan baik sehingga nilai matematika rendah. Karena itu peneliti
merumuskan permasalahan, yakni "apakah ada hubungan antara persepsi siswa terhadap
pengorganisasian pengajaran dengan keberhasilan penguasaan materi pelajaran
matematika ?"
Penelitian ini menggunakan model korelasional dengan mengambil sampel siswa
SMA Negeri 10 Surabaya sejumlah 50 responden melalui teknik pengambilan sampel
purposive sampling. Pengambilan data menggunakan angket model skala Likert dengan
teknik analisis korelasi product moment. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil rxy =
-0,148 dengan p = 0,304 atau (p > 0,05) yang berarti hasil penelitian tidak mendukung
hipotesis yang diajukan.
Tidak adanya korelasi antara persepsi siswa dengan keberhasilan penguasaan
materi pelajaran lebih banyak dipengaruhi oleh faktor yang mungkin dapat menjadi
variabel keberhasilan penguasaan materi, yakni faktor minat siswa.
Sebagaimana deskripsi latar belakang permasalahan tentang keberhasilan
penguasaan materi pelajaran matematika memiliki korelasi dengan berbagai variabel, dan
variabel minat lebih mungkin memiliki korelasi dengan keberhasilan. Maka, bagi guru
diharap dapat memberi stimulus yang mampu mendorong siswa kearah minat belajar
bidang studi matematika. Bagi peneliti selanjutnya disarankan penggunaan metode
random sampling dalam pengambilan sampel dan memasukkan faktor minat sebagai
variabel yang berkorelasi atau memprediksi keberhasilan penguasaan materi pelajaran.