Abstract :
Dalam dunia pendidikan, terutama di Perguruan Tinggi perilaku membolos
mahasiswa dari berbagai kategori IPK ternyata masih dijumpai, padahal faktor kehadiran
mahasiswa dalam perkuliahan sangat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Motivasi
mahasiswa untuk membolos dalam perkuliahan antara satu dengan yang lain berbeda-beda.
Motivasi mahasiswa untuk membolos berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan
dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana motivasi mahasiswa membolos ditinjau dari
indeks prestasi kumulatif.
Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya
angkatan 2001 dengan menggunakan teknik pemilihan subjek incidental. Metode
pengumpulan data dengan menggunakan angket terbuka (Open Ended Question). Angket
yang dianalisis berjumlah 39 angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode
kuantitatif deskriptif.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kategori
IPK 2,50 :<- - < 3,00 mempunyai kecenderungan paling besar untuk membolos. Perilaku
membolos mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal seperti: sifat malas dan bosan,
mengerjakan tugas kuliah lain, dan terlambat masuk kelas. Sedangkan faktor eksternal
perilaku membolos mahasiswa seperti: teman yang mengajak jalan-jalan, cara mengajar
dosen, suasana dan struktur kelas, dan keperluan lain. Alasan membolos pada mahasiswa
dengan IPK < 3 adalah alasan emosional seperti: malas dan bosan, sedangkan pada IPK > 3,5
menggunakan alasan rasional seperti: assistensi dan kegiatan kampus (kepanitiaan).
Saran diharapkan kepada pihak Perguruan Tinggi dapat mengembangkan strategi
pembelajaran agar lebih memotivasi mahasiswa tidak hanya dengan berceramah tanpa arah
pembicaraan yang jelas, berpresentasi satu arah, dan terlalu banyak diskusi tanpa ada
pembahasan dari dosen. Kepada peneliti lain hendaknya juga melihat motivasi absen
mahasiswa dari matakuliah mengulang dengan metode Focus Group Discussion (FGD).
Kepada mahasiswa hendaknya memahami kerugian dari membolos sehingga dapat
mengetahui dan mempertimbangkan lebih lanjut bahwa mengikuti perkuliahan lebih penting
dengan cara membagi waktu dengan baik.