Abstract :
Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh
pentingnya pendidikan karena merupakan modal awal untuk membantu individu
berkembang serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Pendidikan
merupakan usaha sadar dan terencana untuk membantu mengembangkan potensi dan
kemampuan anak semaksimal mungkin agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya.
Pendidikan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, salah satunya di sekolah. Sekolah
adalah lembaga pendidikan yang memiliki tujuan untuk mencerdaskan dan
membentuk individu menjadi manusia yang berkepribadian matang dan tangguh.
Sekolah adalah tempat siswa untuk belajar namun dengan belajar diharapkan siswa
bisa cerdas dan kreatif, meskipun demikian dengan belajar yang terus menerus dapat
menimbulkan kejenuhan belajar dalam diri siswa. Dengan mengacu pada latar
belakang di atas, maka peneliti ingin membandingkan kejenuhan belajar antara siswa
full day school dan non full day school. Apakah siswa full day school yang jam
belajarnya lebih lama menunjukkan kejenuhan belajar yang lebih tinggi dibandingkan
siswa non full day school.
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket tipe
pilihan (angket pilihan yang menyediakan alternatif jawaban). Subyek penelitian
adalah siswa kelas IV SD Ciputra Surabaya yang mewakili full day school dan di SD
Kristen Gloria Surabaya yang mewakili non full day school. Data yang diperoleh
diuji secara statistik dengan menggunakan uji T -test.
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dengan teknik uji t-test, maka
didapatkan hasil bahwa t= -2,906 dan p= 0,005 yang berarti ada perbedaan yang
signifikan karena <0,05. Hasil mean skor kejenuhan belajar siswa difull day school=
2,0477 dan mean skor kejenuhan belajar siswa di non full day school= 2,3130.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa non full day school memiliki
tingkat kejenuhan belajar lebih besar dari siswa Full day School!.
Ini disebabkan karena siswa full day school walaupun memiliki jam belajar
lebih lama, namun karena diisi dengan kegiatan ekstrakulikuler dan tidak ada
PR(Pekerjaan Rumah), ditambah lagi dalam seminggu memiliki dua kali libur, inilah
yang menyebabkan siswa tidak terlalu tinggi mengalami kejenuhan belajar.
Sedangkan siswa di non full day school secara psikologis merasa jam istirahat mereka
kurang banyak, materi pelajaran yang diberikan terlalu banyak sehingga
menimbulkan kejenuhan belajar dalam diri siswa.